Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

AS-Israel Serang Sekolah Dasar di Minab, 51 Orang Tewas: Iran Balas Serang ke Seluruh Teluk

Redaksi Prokal • 2026-03-01 00:19:07

Teheran diserang Israel dan Amerika.
Teheran diserang Israel dan Amerika.

PROKAL.CO- Konflik antara koalisi Amerika Serikat-Israel dan Iran telah memasuki fase paling berdarah setelah serangan udara menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Sabtu (28/2). Insiden memilukan ini menewaskan sedikitnya 51 orang, yang sebagian besar merupakan siswi dan warga sipil.

"Angka korban dilaporkan terus bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian di bawah reruntuhan," lapor otoritas setempat. Tragedi ini memicu kecaman keras atas kontradiksi klaim militer koalisi. Koresponden Al Jazeera di Teheran, Mohammed Vall, menyoroti ketimpangan narasi tersebut dengan menyatakan, "Mereka mengatakan hanya menargetkan sasaran militer dan berusaha menghukum rezim, bukan rakyat Iran. Presiden Trump telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan datang, tetapi sekarang kita melihat korban sipil."

Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini dianggap Teheran sebagai bukti nyata pelanggaran hukum internasional, mengulang luka lama dari perang 12 hari pada Juni 2025 yang menghancurkan ribuan nyawa warga sipil. Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) segera melancarkan operasi pembalasan besar-besaran dengan menghujani pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan rudal balistik.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan sikap pantang mundur mereka: "Operasi ini akan berlanjut tanpa henti sampai musuh benar-benar dikalahkan." Pihak militer Iran kini secara terbuka melabeli seluruh aset Amerika di kawasan Teluk sebagai target sah yang akan terus dihantam.

Dampak serangan balasan ini seketika melumpuhkan stabilitas kawasan. Di Abu Dhabi, otoritas UEA melaporkan satu korban jiwa setelah rudal Iran berhasil dicegat, sementara Bahrain mengecam serangan terhadap markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS sebagai "pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan."

Meskipun sistem pertahanan udara di Kuwait dan Qatar dilaporkan berhasil menggagalkan sebagian besar ancaman, ketakutan akan serangan susulan memaksa negara-negara Teluk tersebut menutup wilayah udara mereka secara total. Situasi semakin kacau dengan meluasnya konflik ke Irak utara dan Suriah, di mana bandara dan kawasan industri menjadi sasaran drone serta rudal tanpa identitas yang jelas.

Di tengah kobaran api perang yang melanda hampir seluruh anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Oman muncul sebagai satu-satunya negara yang terbebas dari target serangan Iran. Posisi unik Muscat sebagai mediator tradisional antara Teheran dan Washington tampaknya memberikan perlindungan diplomatik yang krusial. Namun, dengan ribuan nyawa sipil yang kini terancam dan retorika perang yang semakin memanas dari kedua belah pihak, upaya negosiasi yang biasanya diprakarsai Oman berada di bawah tekanan berat. Dunia kini menunggu apakah diplomasi masih memiliki ruang, ataukah tragedi di Minab akan menjadi pemicu perang regional skala penuh yang tak terelakkan. (*)

Editor : Indra Zakaria