PROKAL.CO- Dunia internasional dikejutkan oleh laporan dramatis yang menyebutkan bahwa Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan udara yang menghancurkan kompleks kediamannya. Melansir laporan terbaru dari Reuters pada Minggu (1/3), jasad Khamenei dikabarkan telah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan presisi tersebut.
Namun media-media Iran membantah hal itu. Media Iran menyatakan bahwa Khamanei masih hidup dan berada ditempat yang aman dan akan memberikan keterangan pers.
Kabar ini menandai titik balik paling ekstrem dalam eskalasi konflik di Timur Tengah, mengingat posisi Khamenei sebagai otoritas tertinggi dalam struktur politik dan spiritual Republik Islam Iran sejak puluhan tahun lalu.
Kepastian mengenai kondisi sang Pemimpin Agung mulai diperkuat oleh bukti-bukti lapangan yang masuk ke jajaran petinggi Israel. Menurut laporan dari saluran berita Israel Channel 12, dokumentasi fisik berupa foto atau rekaman yang menunjukkan jasad Khamenei telah dipresentasikan langsung di hadapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat keamanan senior. Laporan tersebut menyebutkan bahwa militer Israel telah mengonfirmasi keberhasilan target operasi mereka di kompleks jantung pertahanan Teheran tersebut.
Konfirmasi diplomatik juga mulai mengalir dari Washington. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, dilaporkan telah menyampaikan secara resmi kepada para pejabat tinggi Gedung Putih bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Israel yang terkoordinasi. "Pemimpin Agung Iran telah terbunuh dalam serangan di kompleks kediamannya," demikian bunyi pesan yang disampaikan Leiter sebagaimana dikutip oleh sumber-sumber di pemerintahan AS. Pernyataan ini segera memicu respons siaga satu di seluruh pangkalan militer koalisi di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, otoritas resmi di Teheran belum mengeluarkan pernyataan bantahan atau konfirmasi resmi terkait kabar kematian pemimpin tertinggi mereka. Namun, jika informasi ini terverifikasi sepenuhnya, maka Iran akan menghadapi kekosongan kekuasaan yang sangat krusial di tengah berkecamuknya perang besar. Dunia kini menanti bagaimana Dewan Garda dan pimpinan militer IRGC akan bereaksi terhadap laporan ini, sementara pasar global mulai bereaksi keras terhadap potensi ketidakpastian politik yang akan melanda Iran dalam beberapa jam ke depan. (*)
Editor : Indra Zakaria