Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gempuran Balasan Iran: 14 Pangkalan AS dan Pusat Militer Israel Dihantam, Ratusan Tentara Dilaporkan Tewas

Redaksi Prokal • 2026-03-01 06:45:00

Iran melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone.
Iran melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone.

PROKAL.CO- Militer Iran melancarkan operasi pembalasan besar-besaran yang menyasar titik-titik vital kekuatan Amerika Serikat dan Israel di seluruh kawasan Timur Tengah pada Sabtu (28/2). Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengonfirmasi bahwa serangan rudal mereka berhasil menembus pertahanan lawan dan menghantam 14 pangkalan militer Amerika Serikat serta pusat-pusat keamanan strategis milik Israel.

"Selain pusat keamanan dan militer vital rezim Zionis, serangan juga dilakukan terhadap 14 pangkalan penting AS di kawasan," ungkap juru bicara markas besar tersebut sebagaimana dikutip oleh kantor berita Tasnim. Operasi ini diklaim sebagai salah satu serangan paling mematikan bagi koalisi dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan dari Teheran menyebutkan bahwa dampak dari serangan presisi tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam skala besar di pihak musuh. Pihak berwenang Iran mengeklaim bahwa ratusan personel militer telah gugur akibat hantaman rudal balistik di pangkalan-pangkalan yang menjadi titik tumpu operasi koalisi. "Ratusan orang dari pasukan agresor AS dan pasukan rezim [Israel] tewas," tegas pernyataan resmi tersebut. Meskipun angka pasti korban masih menunggu verifikasi independen, hantaman ini telah menciptakan kepanikan luar biasa di instalasi-instalasi militer AS mulai dari Qatar hingga Bahrain.

Eskalasi mematikan ini merupakan respons langsung atas serangkaian serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada hari yang sama. Serangan koalisi tersebut sebelumnya dilaporkan telah menimbulkan kerusakan infrastruktur yang parah dan memakan korban dari kalangan warga sipil. Sebagai bentuk perlawanan, Iran memilih untuk melakukan serangan balasan simetris dengan membidik infrastruktur militer paling sensitif yang digunakan untuk meluncurkan agresi terhadap mereka.

Situasi ini kini menempatkan Timur Tengah dalam status darurat militer penuh, di mana setiap jengkal fasilitas Amerika di kawasan tersebut kini berada dalam jangkauan langsung rudal-rudal Iran. (*)

Editor : Indra Zakaria