Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Iran Tunjuk Ayatollah Ali Reza Arati Kendalikan Program Nuklir dan Kekuatan Proksi Pasca-Gugurnya Khamenei

Redaksi Prokal • 2026-03-01 22:16:47

Ayatollah Ali Reza Arati
Ayatollah Ali Reza Arati

TEHERAN – Pemerintah Iran bergerak cepat mengisi kekosongan komando strategis setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Ayatollah Ali Reza Arati secara resmi terpilih untuk sementara waktu mengemban tanggung jawab besar dalam mengelola aspek-aspek paling krusial bagi pertahanan dan pengaruh luar negeri Republik Islam Iran.

Penunjukan ini mencakup otoritas penuh atas program nuklir, pengembangan rudal balistik, koordinasi tindakan pembalasan militer, hingga dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi Iran yang tersebar di wilayah Timur Tengah. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan tempur Iran tetap berada pada level tertinggi di tengah konfrontasi yang sedang berlangsung.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Mokhber, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari konsolidasi kekuatan nasional.

"Ayatollah Ali Reza Arati telah terpilih untuk sementara melaksanakan tugas-tugas pemimpin tertinggi dalam bidang nuklir, balistik, tindakan pembalasan, dan mendukung proksi Iran di Timur Tengah," ujar Mokhber melalui keterangan resmi yang dikutip kantor berita IRNA.

Ia juga menegaskan bahwa penunjukan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas komando strategis Iran tanpa adanya keraguan sedikit pun di mata dunia internasional.

"Keputusan ini memastikan bahwa seluruh elemen kekuatan pertahanan kami tetap berjalan tanpa hambatan. Kami tidak akan membiarkan ada kekosongan kekuasaan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kedaulatan dan pembalasan atas agresi yang telah terjadi," tambahnya.

Ali Reza Arati kini mengemban tugas berat untuk menavigasi militer Iran di tengah ancaman serangan susulan dari Israel dan Amerika Serikat. Di bawah kendalinya, Iran diharapkan tetap konsisten menjalankan agenda "operasi ofensif brutal" yang sebelumnya telah diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai respons atas gugurnya Ali Khamenei.

Situasi di Teheran saat ini dilaporkan tetap dalam siaga penuh, sementara koordinasi dengan jaringan proksi di Lebanon, Yaman, dan Irak terus diperkuat untuk memberikan tekanan tambahan di berbagai lini kawasan. (*)

Editor : Indra Zakaria