LONDON – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan pernyataan resmi di hadapan parlemen pada hari Senin terkait eskalasi situasi di Timur Tengah pasca-tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Starmer menegaskan bahwa hilangnya sosok pemimpin tertinggi tersebut tidak membuat militer Iran surut, melainkan justru memicu tindakan yang jauh lebih agresif dan tidak terprediksi.
Menurut laporan yang dihimpun dari Reuters, Starmer menyatakan bahwa tewasnya Khamenei telah mendorong Iran untuk meluncurkan serangan ke berbagai target militer dan ekonomi di kawasan tersebut dengan cara yang lebih "serampangan". Perdana Menteri menekankan bahwa kematian Khamenei terbukti tidak menghentikan niat Iran untuk melakukan konfrontasi bersenjata. Sebaliknya, pola serangan yang ditunjukkan saat ini dinilai jauh lebih berbahaya, terutama bagi keselamatan warga sipil di wilayah konflik.
Dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen, Starmer memperingatkan bahwa pendekatan Iran saat ini menunjukkan tingkat keputusasaan yang meningkat sekaligus ancaman yang lebih nyata bagi stabilitas regional. Inggris terus memantau pergerakan serangan ini dengan sangat teliti, mengingat dampaknya yang mulai mengancam jalur ekonomi dan keamanan global.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang memuncak di kawasan Teluk, di mana kekuatan dunia terus berupaya mengukur sejauh mana Iran akan bertindak setelah struktur kepemimpinan tertingginya terguncang. Starmer menutup laporannya dengan menegaskan kembali komitmen Inggris dalam menjaga keamanan internasional di tengah situasi yang kian tak menentu pasca-kejadian besar tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria