TEHERAN – Ketegangan di kawasan Mediterania Timur meningkat tajam setelah petinggi militer Iran mengeluarkan ancaman terbuka terhadap pangkalan-pangkalan udara yang digunakan oleh Amerika Serikat. Jenderal Jabbari, dalam pernyataan terbarunya, menegaskan bahwa pergerakan aset udara Amerika Serikat saat ini sedang dalam pengawasan ketat radar jarak jauh mereka.
Pihak militer Iran mengklaim telah mendeteksi pergeseran kekuatan udara AS yang mencoba menghindari jangkauan serangan langsung di daratan Timur Tengah. "Amerika telah memindahkan sebagian besar pesawat mereka ke Siprus," ujar Jenderal Jabbari dalam sebuah pengarahan strategis. Ia menilai langkah pemindahan ini sebagai upaya putus asa Pentagon untuk menyelamatkan armada tempur mereka dari serangan balasan Teheran.
Namun, Jabbari memperingatkan bahwa Siprus tidak akan menjadi tempat yang aman bagi pasukan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa jangkauan rudal Iran mampu mencapai target di wilayah tersebut dengan presisi tinggi. "Kami akan meluncurkan begitu banyak rudal ke Siprus sehingga mereka akan terpaksa melarikan diri dari sana juga," tegasnya.
Ancaman ini memberikan tekanan diplomatik baru bagi pemerintah Siprus dan negara-negara di kawasan Mediterania. Pernyataan Jenderal Jabbari ini mengisyaratkan bahwa Iran siap memperluas zona konflik demi mengejar aset-aset militer Amerika Serikat yang mencoba menyusun kembali kekuatan di luar wilayah Teluk.
Hingga saat ini, pihak Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim pemindahan pesawat maupun ancaman serangan rudal massal ke Siprus tersebut. Situasi di pangkalan-pangkalan udara di Siprus kini dilaporkan dalam status waspada tinggi seiring dengan meningkatnya retorika perang dari pihak Teheran. (*)
Editor : Indra Zakaria