DOHA – Upaya media Israel untuk memecah belah solidaritas negara-negara Arab dan memicu konflik regional yang lebih luas kembali terungkap. Kementerian Luar Negeri Qatar secara resmi membantah klaim sepihak media-media Tel Aviv yang menyebut Qatar terlibat dalam kampanye militer atau serangan yang menargetkan wilayah Iran.
Pernyataan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap narasi provokatif yang sengaja dibangun Israel guna menciptakan ketegangan antara Doha dan Teheran di tengah memanasnya situasi Timur Tengah. Strategi "adu domba" ini diduga kuat merupakan upaya Israel untuk menyeret negara-negara Teluk ke dalam palagan pertempuran yang mereka ciptakan.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Qatar memberikan klarifikasi tegas untuk membungkam hoaks yang beredar.
"Qatar tidak menjadi bagian dari kampanye yang menargetkan Iran. Kami menggunakan hak kami untuk membela diri dan mencegah serangan terhadap negara kami. Kami mendesak media untuk menggunakan sumber-sumber Qatar yang kredibel ketika memberitakan tentang Qatar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.
Langkah Qatar ini dipandang sebagai bentuk kewaspadaan terhadap upaya Israel yang kerap menggunakan disinformasi untuk merusak hubungan diplomatik di kawasan. Sejumlah analis menilai, Israel berusaha memprovokasi Iran agar menyerang balik negara-negara Arab di sekitarnya, sehingga Israel tidak lagi berdiri sendirian dalam konflik ini.
Penegasan Doha ini menunjukkan komitmen Qatar dalam menjaga keseimbangan politik luar negerinya dan menolak menjadi pion dalam agenda militer Israel. Masyarakat internasional pun diingatkan untuk lebih kritis dalam menyaring pemberitaan yang bersumber dari media Israel, yang kerap kali digunakan sebagai alat propaganda untuk memperkeruh suasana di tanah Arab. (*)
Editor : Indra Zakaria