NEW YORK – Perwakilan Republik Islam Iran memberikan klarifikasi resmi di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait rentetan aksi militer yang melibatkan wilayah negara-negara tetangga seperti Irak, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Qatar.
Dalam sesi tanya jawab dengan awak media internasional, pihak Iran menegaskan bahwa tindakan mereka bukanlah upaya agresi terhadap kedaulatan negara-negara tetangga di kawasan Teluk, melainkan respons terhadap kehadiran militer Amerika Serikat (AS).
"Kami tidak menyerang tetangga kami. Kami sedang membela diri," tegas utusan tetap Iran di PBB Amir Saeid Iravani saat menjawab pertanyaan mengenai motif serangan tersebut. Pihak Teheran menjelaskan bahwa target operasional mereka sangat spesifik, yakni infrastruktur yang berafiliasi dengan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Menurut klaim Iran, pangkalan-pangkalan tersebut telah digunakan sebagai pusat komando atau fasilitas pendukung untuk melancarkan operasi yang merugikan kepentingan nasional Iran.
"Kami menyerang pangkalan dan fasilitas AS yang digunakan untuk melawan kami," tambahnya.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah. Iran bersikeras bahwa selama fasilitas di negara-negara tetangga digunakan oleh pihak asing (AS) sebagai basis aktivitas anti-Iran, maka fasilitas tersebut masuk dalam radar pertahanan mereka. Klarifikasi ini sekaligus menjadi pesan diplomatik kepada negara-negara tetangga agar tidak membiarkan wilayah mereka dijadikan batu loncatan bagi kekuatan luar untuk menekan Iran. (*)
Editor : Indra Zakaria