Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Trump Siapkan Operasi Pengawalan Militer: Kapal Perang AS Pasang Badan di Selat Hormuz

Redaksi Prokal • 2026-03-04 13:35:00

Amerika mau tawarkan pengawalan kepada kapal di Selat Hormuz.
Amerika mau tawarkan pengawalan kepada kapal di Selat Hormuz.

WASHINGTON – Presiden Donald Trump mengambil langkah berani dengan memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) untuk segera memulai operasi pengawalan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul lumpuhnya lalu lintas maritim di jalur energi paling vital di dunia tersebut akibat eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Melalui pernyataan resminya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengerahkan kekuatan ekonomi dan militer terbesarnya demi menjamin kebebasan aliran energi global. Selain pengerahan kapal perang, ia juga memerintahkan penyediaan asuransi risiko politik dengan harga terjangkau bagi seluruh kapal dagang yang melintas. Perintah ini menjadi sinyal kuat bahwa Washington siap pasang badan menghadapi ancaman blokade di perairan strategis tersebut.

Namun, keputusan ini bukan tanpa risiko besar. Dengan lebar hanya 20 mil laut di titik tersempitnya, Selat Hormuz kini berubah menjadi zona tempur yang sangat berbahaya. Kapal-kapal perang AS yang melakukan pengawalan dipastikan akan masuk dalam jangkauan serangan rudal jelajah, balistik, hingga drone kamikaze dan kapal cepat peledak milik Iran. Situasi ini menempatkan armada laut Amerika tepat di garis bidik lawan, memicu kekhawatiran akan terjadinya bentrokan langsung yang lebih luas.

Data maritim terbaru menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas di selat tersebut telah menurun drastis. Banyak operator kapal memilih untuk berhenti atau mematikan transponder guna menghindari deteksi, terutama setelah perusahaan asuransi mulai mencabut polis risiko perang karena ancaman yang dianggap terlalu ekstrem. Keputusan Trump ini pun muncul secara mengejutkan, hanya berselang kurang dari 24 jam setelah pejabat Angkatan Laut AS sempat menyatakan bahwa operasi pengawalan belum mungkin dilakukan dalam waktu dekat.

Kini, fokus dunia tertuju pada bagaimana armada US Navy akan beroperasi di celah sempit yang dikelilingi oleh pangkalan militer Iran tersebut. Jika operasi ini berhasil, stabilitas pasokan minyak dunia mungkin terselamatkan, namun jika terjadi gesekan sekecil apa pun di lapangan, Selat Hormuz bisa meledak menjadi palagan terbuka yang akan mengguncang ekonomi global secara permanen.(*)

Editor : Indra Zakaria