Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bukan Patriot, Jet Tempur Kuwait Ternyata Tak Sengaja Tembak Jatuh Tiga Pesawat F-15E Amerika Serikat

Indra Zakaria • 2026-03-05 06:50:00

F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Kuwait
F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Kuwait

KUWAIT CITY – Tabir gelap yang menyelimuti jatuhnya tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat di langit Kuwait pada hari Minggu lalu akhirnya terkuak. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa ketiga pesawat canggih tersebut bukan jatuh akibat tembakan sistem pertahanan udara rudal Patriot, melainkan secara tragis ditembak jatuh oleh jet tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Kuwait dalam insiden "friendly fire" atau salah sasaran.

Informasi yang diperoleh dari tiga sumber yang mengetahui laporan awal insiden tersebut mengungkapkan kepada Wall Street Journal bahwa situasi bermula dari kewaspadaan tingkat tinggi militer Kuwait. Ketegangan tersebut dipicu oleh masuknya sejumlah drone Iran ke ruang udara Kuwait, di mana salah satu serangan drone berhasil menghantam pelabuhan komersial dan menewaskan enam personel militer Amerika Serikat.

“Sebuah pesawat F/A-18 meluncurkan tiga rudal ke arah pesawat F-15, dan ketiga pesawat tersebut terkena lalu jatuh, tetapi pilotnya berhasil melontarkan diri dengan selamat,” ujar seorang pejabat Amerika Serikat yang memberikan rincian mengenai kronologi kejadian tersebut.

Insiden mematikan ini terjadi saat radar militer Kuwait mendeteksi keberadaan jet-jet tempur yang terbang di wilayah mereka sesaat setelah serangan drone Iran. Dalam kondisi siaga satu dan penuh tekanan, pilot F/A-18 Hornet Kuwait salah mengidentifikasi jet F-15E sekutunya sebagai ancaman musuh dan segera melepaskan tembakan rudal yang berujung fatal bagi armada udara AS tersebut.

“Para pejabat Kuwait menjadi sangat waspada ketika radar mereka mendeteksi jet-jet tersebut terbang, sehingga mereka memutuskan untuk menembakinya,” tambah pejabat tersebut, menjelaskan situasi mencekam di ruang kendali pertahanan udara saat radar menangkap pergerakan pesawat di tengah ancaman drone yang masih berlangsung.

Beruntung, meski ketiga jet tempur F-15E Strike Eagle yang bernilai sangat mahal tersebut hancur total, seluruh pilot dilaporkan berhasil menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar dan telah dievakuasi. Saat ini, koordinasi intensif sedang dilakukan antara Washington dan Kuwait City untuk menyelidiki kegagalan komunikasi sistem identifikasi kawan atau lawan (IFF) yang menyebabkan salah satu insiden friendly fire paling merugikan dalam sejarah kerja sama militer kedua negara di kawasan Teluk.(*)

Editor : Indra Zakaria