TEHERAN – Pemerintah Iran secara tegas membantah tuduhan bahwa pihaknya menargetkan fasilitas vital dan diplomatik di Arab Saudi di tengah berkecamuknya perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa negaranya tetap memegang teguh komitmen dalam Perjanjian Beijing, yang menjadi landasan normalisasi hubungan antara Teheran dan Riyadh.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Independent Arabia, pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut menegaskan bahwa serangan terhadap kedutaan atau infrastruktur ekonomi di kota-kota Saudi sama sekali tidak ada kaitannya dengan operasi militer Iran.
“Kami memang sangat serius dalam menanggapi agresi Amerika dan Israel, namun serangan terhadap kedutaan dan fasilitas vital di Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan kami,” ujarnya menanggapi spekulasi keterlibatan Iran dalam insiden baru-baru ini.
Waspada Upaya Sabotase Diplomatik
Pihak Teheran menyuarakan kekhawatiran mendalam atas apa yang mereka sebut sebagai upaya sistematis dari Washington dan Tel Aviv untuk merusak hubungan yang mulai membaik dengan Riyadh. Ia memperingatkan adanya pihak-pihak ketiga yang ingin "memicu permusuhan" demi keuntungan politik di tengah krisis regional.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Iran tidak berniat melanggar kesepakatan damai yang dimediasi oleh Tiongkok tersebut. “Hal itu (penargetan Saudi) tidak terjadi. Iran berkomitmen pada Perjanjian Beijing, dan kami dengan tegas membantah segala tuduhan yang menyatakan sebaliknya,” tegasnya.
Mengingat perkembangan situasi yang sangat cepat dan berbahaya, Teheran mengonfirmasi bahwa komunikasi antara Menteri Luar Negeri Iran dan Arab Saudi terus berjalan secara berkelanjutan. Iran mengeklaim bahwa posisi militer mereka saat ini bukan sekadar upaya pertahanan diri, melainkan bentuk pembelaan terhadap stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah.
“Bukan rahasia lagi bahwa saat ini kita menghadapi perang yang sengit. Kita sedang menghadapi agresi Israel-Amerika yang luas yang menargetkan tanah, rakyat, dan infrastruktur kami. Ambisi entitas ini tidak terbatas, dan keteguhan kami adalah demi martabat seluruh bangsa di kawasan ini,” tutup pejabat tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan tinggi setelah serangkaian serangan udara mengguncang infrastruktur Iran, yang memaksa Teheran untuk melakukan klarifikasi diplomatik guna mencegah pecahnya konflik baru dengan negara-negara tetangga di Teluk. (*)
Editor : Indra Zakaria