Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Arab Saudi Ringkus Dua Agen Mossad Terkait Plot Pengeboman

Redaksi Prokal • 2026-03-06 10:25:00

ilustrasi
ilustrasi

 

RIYADH – Ketegangan diplomatik antara Arab Saudi dan Israel mencapai titik didih setelah pasukan keamanan Kerajaan Arab Saudi dilaporkan berhasil menangkap dua orang yang diduga kuat sebagai agen intelijen Mossad. Keduanya diringkus dalam sebuah operasi senyap saat kedapatan tengah mencoba menanam perangkat peledak di wilayah kedaulatan Saudi.

Penangkapan ini mengejutkan publik internasional, mengingat selama beberapa tahun terakhir hubungan kedua negara sering disebut-sebut tengah mengalami normalisasi secara informal di bawah meja. Namun, insiden sabotase ini menjadi tamparan keras yang membongkar aktivitas spionase berbahaya di jantung semenanjung Arab.

Menurut laporan yang dikutip dari media Israel, Yedioth Ahronoth, otoritas keamanan Saudi telah melakukan pengamanan ketat terhadap kedua tersangka untuk menjalani interogasi mendalam. Identitas kedua agen tersebut belum dirilis secara resmi, namun bukti-bukti di lapangan mengarah kuat pada keterlibatan badan intelijen luar negeri Israel tersebut.

Menanggapi penangkapan tersebut, pemerintah Israel dilaporkan telah meluncurkan langkah diplomatik agresif. Secara terbuka, Tel Aviv menuntut agar kedua warga negaranya tersebut segera diekstradisi kembali ke Israel. Permintaan ini memicu perdebatan hukum dan kedaulatan yang pelik, mengingat tuduhan yang dijatuhkan berkaitan dengan tindakan terorisme dan percobaan sabotase bersenjata.

Sejumlah analis geopolitik menilai bahwa langkah ekstradisi ini sulit untuk dikabulkan oleh Riyadh tanpa adanya tekanan politik luar biasa atau negosiasi tingkat tinggi di balik layar. "Tuntutan ekstradisi dalam kasus spionase dan penanaman bom adalah hal yang sangat langka dan provokatif," ungkap salah satu pengamat Timur Tengah. (*)

Editor : Indra Zakaria