WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras melalui akun media sosial Truth Social miliknya pada Jumat (6/3/2026), dengan menuntut Iran untuk segera "menyerah tanpa syarat". Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang kian memanas setelah serangkaian serangan udara besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran sejak akhir Februari lalu.
Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan membuka pintu negosiasi apa pun sebelum Teheran meletakkan senjata sepenuhnya. "Tak akan ada kesepakatan apa pun dengan Iran, kecuali mereka menyerah tanpa syarat! Setelah itu, dan setelah pemilihan pemimpin baru yang hebat dan dapat diterima, kami dan para sekutu yang hebat akan bekerja tanpa lelah menyelamatkan Iran dari jurang kehancuran," tulis Trump dalam unggahannya.
Mantan pengusaha tersebut juga menjanjikan masa depan ekonomi yang lebih kuat bagi Iran jika mereka bersedia mengikuti tuntutan tersebut. "Iran pun akan memiliki masa depan yang amat cerah," tambahnya, merujuk pada janji pembangunan kembali ekonomi Iran di bawah kendali internasional.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih sejak serangan berskala besar AS-Israel pada Sabtu (28/2) yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior militer. Serangan tersebut memicu gelombang balasan terus-menerus dari Teheran yang menyasar pangkalan militer dan fasilitas diplomatik AS di kawasan tersebut, serta kota-kota di Israel.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa otoritas Iran telah melakukan miskalkulasi besar terhadap kemampuan militer Washington. "Iran berharap kami tidak dapat bertahan dalam laju operasi ini, tetapi itu adalah kesalahan besar bagi IRGC," tegas Hegseth pada Kamis (5/3). Ia memastikan bahwa persediaan senjata AS, baik untuk kebutuhan ofensif maupun defensif, masih sangat mencukupi untuk melanjutkan operasi militer hingga tujuan perang tercapai.
Sementara itu, di kancah internasional, perpecahan mulai terlihat di antara sekutu Barat. Spanyol secara terbuka menyatakan penolakan keras untuk terlibat dalam serangan terhadap Iran, mencerminkan kekhawatiran global akan potensi perang terbuka yang lebih luas di kawasan Teluk. (*)
Editor : Indra Zakaria