Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Putin Desak Penghentian Kekerasan di Timur Tengah Usai Wafatnya Khamenei

Redaksi Prokal • 2026-03-07 16:00:00

Vladimir Putin, melakukan pembicaraan telepon mendalam dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Vladimir Putin, melakukan pembicaraan telepon mendalam dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian

PROKAL.CO- Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu respons diplomatik tingkat tinggi setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, melakukan pembicaraan telepon mendalam dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Jumat (6/3). Dalam percakapan tersebut, Kremlin menyatakan bahwa Putin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Tragedi ini menjadi perhatian dunia internasional karena turut menelan korban dari kalangan keluarga pemimpin tertinggi, jajaran elit militer, politik, serta banyaknya warga sipil akibat eskalasi agresi bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.

Presiden Putin menggunakan momentum tersebut untuk menegaskan kembali posisi prinsip Rusia yang menuntut penghentian segera segala bentuk permusuhan. Rusia secara tegas menolak penggunaan kekerasan sebagai solusi dalam menyelesaikan konflik di Iran maupun kawasan Timur Tengah secara luas. Putin menyerukan agar seluruh pihak yang bertikai segera kembali ke meja perundingan dan menghidupkan kembali upaya politik serta diplomatik sebagai satu-satunya jalan keluar yang sah untuk meredam konflik yang kian membara.

Selain menjalin komunikasi intensif dengan Teheran, Putin juga menginformasikan bahwa dirinya terus melakukan kontak aktif dengan para pemimpin negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Langkah ini menunjukkan peran strategis Rusia yang mencoba menyeimbangkan stabilitas di kawasan Teluk agar konflik tidak meluas ke skala yang lebih membahayakan keamanan global. Koordinasi antarnegara di kawasan tersebut dinilai krusial untuk mencegah kebuntuan diplomatik lebih lanjut.

Menanggapi solidaritas tersebut, Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasinya atas dukungan konsisten Rusia terhadap rakyat Iran dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan tanah air mereka. Pezeshkian juga memberikan pemaparan detail mengenai perkembangan terkini di lapangan serta fase konflik yang sedang dihadapi Iran saat ini. Pertemuan jarak jauh ini diakhiri dengan kesepakatan kedua negara untuk terus mempererat koordinasi melalui berbagai saluran diplomatik guna mengawal stabilitas keamanan di wilayah tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria