Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Iran Klaim Ratusan Korban Jiwa di Pihak Militer AS

Redaksi Prokal • 2026-03-08 08:00:00

Rudal Iran yang menyerang Israel.
Rudal Iran yang menyerang Israel.

TEHERAN — Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer tertinggi Iran, merilis laporan mengejutkan mengenai rangkaian serangan yang menghantam aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah dalam 24 jam terakhir. Dalam pernyataan resminya, pihak militer Iran mengklaim bahwa operasi terkoordinasi mereka telah menimbulkan "kerusakan signifikan" baik pada infrastruktur strategis maupun personel militer AS yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Pukulan paling telak dilaporkan terjadi di Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, yang menjadi basis penting pasukan Amerika. Pihak Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa serangan tersebut telah memakan korban yang sangat besar. "Setidaknya 200 orang tewas dan terluka dalam operasi presisi yang menyasar pusat komando dan logistik di pangkalan Al Dhafra," tegas juru bicara militer Iran dalam pengumuman yang disiarkan oleh media pemerintah.

Situasi di perairan Teluk juga dilaporkan tidak kalah mencekam. Iran mengonfirmasi bahwa Armada Kelima Angkatan Laut AS kehilangan 21 personel yang tewas, sementara puluhan lainnya menderita luka-luka akibat serangan yang terjadi dalam satu hari terakhir. Tidak hanya menyasar personel militer, kekuatan bersenjata Iran juga dilaporkan telah menargetkan aset ekonomi. "Dalam 24 jam terakhir, sebuah kapal tanker minyak milik Amerika Serikat telah berhasil kami netralisir di wilayah Teluk bagian utara sebagai respons atas provokasi mereka," tambah laporan tersebut.

Laporan ini menekankan bahwa kerusakan pada sumber daya Amerika tidak hanya terbatas pada hilangnya nyawa, tetapi juga kehancuran infrastruktur militer yang vital. "Serangan kami telah menyebabkan gangguan sistematis pada kemampuan operasional Amerika di kawasan ini. Ini adalah bukti nyata bahwa infrastruktur mereka tidak lagi aman dari jangkauan kami," tegas petinggi militer Iran dalam pernyataan penutupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria