TEL AVIV – Situasi di Timur Tengah semakin mencekam setelah dilaporkan terjadi serangan siber yang menyasar warga sipil Israel. Ribuan warga dilaporkan menerima pesan singkat (SMS) misterius yang dikirim secara massal ke ponsel mereka, yang berisi peringatan keras dan desakan untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Berdasarkan laporan media lokal Israel, pesan tersebut mengatasnamakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Aksi ini dinilai sebagai bentuk perang urat syaraf (psychological warfare) untuk menyebarkan kepanikan di tengah eskalasi militer yang terus meningkat antara kedua negara.
Pesan yang diterima warga Israel tersebut berisi narasi yang sangat agresif, mengklaim bahwa sistem pertahanan udara dan radar pendukung telah dilumpuhkan. Dalam pesan itu, IRGC juga menuduh pemerintah Israel telah membohongi rakyatnya mengenai kondisi keamanan yang sebenarnya.
"Sistem radar Amerika terakhir di wilayah ini telah dihancurkan. Para pemimpin pemerintah Anda berbohong kepada Anda. Tinggalkan negara ini. Rudal sedang dalam perjalanan. Tidak ada tempat perlindungan yang dapat memberikan keselamatan," demikian bunyi kutipan pesan yang mengatasnamakan Garda Revolusi Islam tersebut.
Klaim mengenai hancurnya sistem radar Amerika Serikat hingga saat ini belum terverifikasi secara resmi oleh pihak militer independen maupun Pentagon. Para ahli keamanan siber menilai pesan massal ini bertujuan untuk meruntuhkan moral masyarakat dan menciptakan kekacauan internal di Israel sebelum terjadinya serangan fisik yang sesungguhnya.
Pihak berwenang Israel telah menghimbau warganya untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh pesan-pesan provokatif yang tersebar melalui jaringan seluler. Kejadian ini semakin menegaskan bahwa medan tempur antara Teheran dan Tel Aviv kini tidak hanya terjadi di perbatasan atau melalui proksi militer, tetapi juga telah merambah ke ruang digital pribadi setiap warga negara.
Hingga berita ini diturunkan, ketegangan di kawasan tersebut masih berada pada level tertinggi, dengan kedua belah pihak yang terus meningkatkan kesiagaan tempur di sepanjang garis perbatasan dan titik-titik strategis lainnya.(*)
Editor : Indra Zakaria