TEHERAN — Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan keras yang ditujukan langsung kepada Amerika Serikat dan Israel. Dalam sebuah pernyataan terbaru, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk ancaman yang mencoba merongrong kedaulatan wilayahnya.
Presiden yang dikenal dengan pendekatan reformisnya ini menuding adanya upaya adu domba yang dilancarkan oleh pihak asing untuk merusak hubungan Iran dengan negara-negara di sekitarnya. "Musuh memiliki kesalahpahaman yang besar tentang pernyataan saya; musuh ingin kita dan negara-negara tetangga berperang," ujar Pezeshkian dengan nada tegas.
Pernyataan ini muncul menyusul spekulasi mengenai posisi Iran di tengah gempuran militer aliansi AS-Israel yang mulai menyasar infrastruktur energi di Teheran. Pezeshkian menekankan bahwa pertahanan wilayah adalah harga mati bagi pemerintahannya. "Kami tidak akan membiarkan sejengkal pun tanah negara kami direbut," katanya menambahkan.
Meskipun sebelumnya sempat menyatakan keinginan untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga, Pezeshkian memperingatkan bahwa keramahan tersebut memiliki batas yang sangat jelas, terutama jika menyangkut penggunaan wilayah negara lain untuk menyerang Iran.
"Jika mereka berupaya menyerang dan menginvasi wilayah kita dari negara mana pun, kita wajib menanggapi agresi ini," pungkas Pezeshkian sebagai peringatan terakhir bagi pangkalan-pangkalan militer asing di kawasan tersebut.
Komentar ini seolah menjadi garis pembatas yang jelas bahwa Iran siap melakukan pembalasan besar jika serangan udara yang dipimpin AS terus meluas masuk ke kedaulatan tanah air mereka. (*)
Editor : Indra Zakaria