PROKAL.CO, Iran kini telah resmi memiliki Pimpinan Tertinggi baru menggantikan almarhum Ayatollah Sayyed Ali Khamenei.
Adalah Mojtaba Khamenei, sosok terpilih yang diumumkan oleh Majelis Pakar Iran sebagai Pimpinan Tertinggi Iran yang baru pada Senin, 9 Maret 2026.
Setelah remi diumumkan oleh Teheran, penunjukan Mojtaba memicu perhatian internasional, salah satunya dari Presiden Amerika (AS) Donald Trump.
Dilansir dari detik.com, saat berbicara kepada ABC News, Trump menegaskan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran harus mendapatkan persetujuan dari AS.
Trump mengacam pemimpin tertinggi baru Iran tidak akan bertahan lama jika terpilih tanpa persetujuannya.
“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," katanya, dilansir Al Arabiya.
Hal ini seolah menjadi pertanda bahwa Mojtaba adalah pilihan yang tepat. Menurut salah satu anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heidari Alekasir, seorang kandidat telah dipilih berdasarkan arahan mendiang Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran haruslah "dibenci oleh musuh".
Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran ini diputuskan oleh Majelis Pakar Iran, lembaga ulama beranggotakan 88 orang yang secara konstitusional berwenang menentukan pemimpin tertinggi negara.
Lantas, Siapa Mojtaba Khamenei, sosok yang saat ini memegang kendali tertinggi di Republik Islam Iran.
Profil Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei adalah putra kedua Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, yang syahid pada 28 Februari 2026 lalu karena serangan AS dan Israel.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad. Untuk itu, saat ini umur Motjaba Khamenei memasuki 56 tahun.
Ia menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri Gholam-Ali Haddad-Adel yang pernah menjabat Ketua Parlemen Iran, pada 2004.
Dari pernikahan Motjaba Khamenei dan Zahra Haddad Adel, mereka dikaruniai tiga orang anak. Tidak banyak informasi terkait anak Mojtaba Khamenei dan kehidupan keluarga yang dapat digali.
Pasalnya, keluarga Motjaba Khamenei dikenal sangat tertutup dan jarang muncul di hadapan publik.
Menurut informasi dari media Iran, istri Mojtaba Khamenei, Zahra Haddad-Adel, dikabarkan ikut menjadi salah satu korban meninggal dalam serangan AS-Israel bersama Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026).
Mojtaba Khamenei muda tumbuh dalam lingkungan politik yang sangat kuat. Ia lahir sekitar satu dekade sebelum Iranian Revolution menggulingkan pemerintahan Mohammad Reza Pahlavi.
Ia menghabiskan masa kecil di tengah tekanan politik yang dihadapi keluarganya. Pada masa itu, ayahnya dikenal sebagai ulama yang aktif menentang pemerintahan monarki.
Dalam salah satu kisah yang sering disebut, polisi rahasia SAVAK pernah menggerebek rumah keluarga mereka dan memukuli Ali Khamenei.
Anak-anaknya, termasuk Mojtaba, sempat diberi tahu bahwa sang ayah “sedang pergi berlibur”, padahal sebenarnya ditahan oleh aparat keamanan.
Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok yang lebih banyak bekerja di balik layar dibanding tampil di panggung politik terbuka.
Ia menempuh pendidikan agama di Qom, pusat pendidikan Syiah paling penting di Iran, dan meraih gelar hojatoleslam atau ulama tingkat menengah.
Pada masa mudanya, ia juga dilaporkan ikut terlibat dalam Iran–Iraq War sebagai anggota Batalion Habib ibn Mazahir yang berada di bawah komando Islamic Revolutionary Guard Corps.
Kedekatan dengan IRGC inilah yang kemudian memperkuat pengaruhnya di dalam struktur kekuasaan Iran.
Sejak Ali Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi pada 1989, pengaruh Mojtaba disebut terus meningkat.
Ia bekerja di kantor Pemimpin Tertinggi di Teheran dan diyakini terlibat dalam berbagai keputusan strategis, mulai dari penunjukan pejabat hingga strategi politik.
Sejumlah laporan diplomatik yang pernah dipublikasikan oleh WikiLeaks bahkan menyebutnya sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di lingkar kekuasaan Iran.
Karena itu, tidak sedikit analis yang sejak lama menyoroti Mojtaba Khamenei sebagai figur penting yang berpotensi menjadi penerus kepemimpinan negara.
Biodata Mojtaba Khamenei
- Nama lengkap: Mojtaba Hosseini Khamenei
- Tanggal lahir: 8 September 1969
- Tempat lahir: Mashhad, Iran
- Umur: 56 tahun
- Jabatan: Pemimpin Tertinggi Iran
- Ayah: Ayatollah Sayyid Ali Khamenei
- Istri: Zahra Haddad-Adel
- Anak: 3 orang
- Pendidikan: Studi keagamaan di Qom
- Kekayaan (perkiraan): Lebih dari US$100 juta
Harta Kekayaan Mojtaba Khamenei
Dilansir dari CNN Indonesia, menurut penyelidikan organisasi berita Bloomberg yang mengutip sumber anonim serta laporan badan intelijen Barat, Mojtaba Khamenei disebut telah mengumpulkan kekayaan yang diperkirakan lebih dari US$100 juta dolar atau sekitar Rp 1,6 triliun.
Dana dari penjualan minyak disebut dialihkan ke investasi properti mewah di Inggris, hotel di Eropa, dan properti di Dubai melalui perusahaan cangkang di negara suaka pajak, menurut penyelidikan tersebut.
Pada 2019, ia dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat karena dinilai memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.
Dengan latar belakang keluarga berpengaruh, kedekatan dengan militer, serta reputasi sebagai tokoh kuat di balik layar, Mojtaba Hosseini Khamenei kini memulai babak baru sebagai pemimpin tertinggi Iran di tengah situasi geopolitik yang penuh tantangan. (*)
Editor : Redaksi Prokal