Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Skandal Berlian Biru: Pencurian yang Memutus Hubungan Diplomatik Arab Saudi-Thailand Selama Tiga Dekade

Redaksi Prokal • 2026-03-10 08:35:00

Pengembalian barang yang dicuri.
Pengembalian barang yang dicuri.

Sebuah insiden perampokan yang terjadi di lingkungan istana pada tahun 1989 tidak hanya tercatat sebagai kasus kriminal besar, namun juga menjadi pemicu krisis diplomatik paling merusak dalam sejarah modern antara Arab Saudi dan Thailand. Kejadian yang dikenal sebagai "Skandal Berlian Biru" ini bermula dari aksi nekat seorang petugas kebersihan asal Thailand yang bekerja di istana kerajaan Saudi di Riyadh.

Pria tersebut berhasil mencuri ratusan perhiasan berharga, termasuk berlian biru langka seberat 50 karat, yang nilai totalnya ditaksir mencapai jutaan poundsterling. Dengan cerdik, ia menyelundupkan barang-barang mewah tersebut kembali ke tanah airnya dengan cara menyembunyikannya di dalam kantong penyedot debu yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional.

Ketegangan mulai memuncak saat pemerintah Arab Saudi menuntut pengembalian aset-aset kerajaan tersebut. Meski polisi Thailand mengklaim telah menemukan perhiasan yang dimaksud, pihak Saudi mendapati kenyataan pahit saat barang-barang itu dikirim kembali ke Riyadh. Banyak perhiasan paling berharga, terutama berlian biru yang legendaris, telah hilang atau diganti dengan imitasi berkualitas rendah.

Situasi berubah menjadi malapetaka internasional ketika upaya investigasi mandiri yang dilakukan pihak Saudi berujung maut. Dalam satu malam yang mencekam di Bangkok, tiga diplomat Arab Saudi tewas dibunuh secara misterius. Tak lama berselang, seorang pengusaha Saudi yang memiliki kaitan dengan kasus tersebut juga dilaporkan menghilang tanpa jejak.

Merasa dikhianati dan melihat adanya upaya menutup-nutupi kebenaran di level petinggi, Arab Saudi mengambil langkah ekstrem dengan memutuskan seluruh hubungan diplomatik dengan Thailand. Selama lebih dari 30 tahun, Saudi melarang masuknya tenaga kerja asal Thailand dan memberlakukan sanksi ekonomi berat yang membuat Thailand kehilangan potensi pendapatan hingga miliaran dolar. Skandal yang dipicu oleh keserakahan satu individu dan diperparah oleh praktik korupsi sistemik ini tetap menjadi pengingat sejarah tentang bagaimana sebuah pencurian perhiasan mampu meruntuhkan hubungan dua negara selama puluhan tahun. (*)

Editor : Indra Zakaria