KUALA LUMPUR- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengambil langkah drastis dengan menginstruksikan seluruh instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk membatalkan agenda open house Idulfitri tahun ini. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pengetatan anggaran negara di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik yang kian menantang.
Selain melarang perayaan besar-besaran, Anwar juga memerintahkan pembatasan ketat terhadap perjalanan dinas ke luar negeri bagi para pejabat publik. Langkah ini dipandang sebagai pesan kuat dari Putrajaya bahwa pemerintah harus memberikan teladan dalam penghematan pengeluaran negara sebelum meminta rakyat untuk melakukan hal yang sama.
“Jangan nanti kita terjebak dengan keadaan yang lebih parah,” tegas Anwar Ibrahim saat memberikan pengarahan terkait kebijakan efisiensi tersebut.
Di tengah kebijakan ikat pinggang ini, Perdana Menteri memberikan sedikit angin segar bagi masyarakat terkait beban biaya hidup. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap akan mempertahankan harga subsidi bensin demi menjaga daya beli warga. Selain itu, Anwar menjamin bahwa stok dan pasokan produk minyak bumi nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi, setidaknya hingga bulan Mei mendatang.
Langkah penghematan ini diharapkan dapat mengalihkan alokasi dana dari kegiatan seremonial ke sektor-sektor yang lebih produktif dan mendesak. Pemerintah Malaysia kini fokus memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesejahteraan masyarakat kecil melalui pencabutan subsidi energi secara mendadak.(*)
Editor : Indra Zakaria