Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ketua Parlemen Tegaskan Agresor Harus "Ditampar" hingga Jera

Redaksi Prokal • 2026-03-12 06:15:00

Iran menyerang dengan rudal presisi.
Iran menyerang dengan rudal presisi.

PROKAL.CO- Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara tegas menyatakan bahwa Teheran tidak akan menyetujui gencatan senjata dalam waktu dekat. Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, termasuk Teheran, pada akhir Februari lalu.

Melalui unggahan di platform X pada Selasa, Ghalibaf menekankan bahwa Iran tidak ingin terjebak dalam pola lama yang tidak menyelesaikan akar masalah. Ia menyatakan bahwa pihak yang menyerang harus merasakan konsekuensi yang setimpal agar tidak ada lagi ambisi untuk mengulangi agresi militer terhadap kedaulatan Iran.

“Kami secara tegas tidak mencari gencatan senjata. Kami yakin bahwa agresor harus ‘ditampar’ agar ia belajar dari kesalahannya dan tidak pernah lagi memikirkan agresi terhadap Iran tercinta,” tulis Ghalibaf.

Keinginan Iran kali ini adalah memutus siklus "perang-negosiasi-gencatan senjata" yang selama ini dianggap hanya memberikan ruang bagi musuh untuk mengatur ulang strategi sebelum menyerang kembali. Sikap ini diambil di tengah suasana duka nasional yang mendalam setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas terbunuh pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran kini tengah menjalani masa berkabung nasional selama 40 hari. (*)

Editor : Indra Zakaria