Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Trump Klaim Menang Perang atas Iran, Tapi Bilang Tak Akan Pulang Lebih Awal

Redaksi Prokal • 2026-03-12 06:23:21

Donald Trump
Donald Trump

 

PROKAL.CO= Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengklaim kemenangan total dalam konflik bersenjata dengan Iran saat berbicara di hadapan pendukungnya dalam rapat umum di Hebron, Kentucky, Rabu (11/3/2026). Dengan nada percaya diri, Trump menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh dalam waktu singkat, bahkan menyebut perlawanan lawan berakhir hanya dalam satu jam pertama setelah militer AS menghancurkan sedikitnya 58 kapal angkatan laut Iran.

Meski merasa telah menang, Trump menegaskan tidak akan menarik pasukan dalam waktu dekat demi menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas agar Amerika tidak perlu kembali terlibat konflik serupa di masa depan.

Klaim sepihak ini muncul di tengah situasi Timur Tengah yang kian membara pasca serangan udara gabungan AS dan Israel yang dimulai sejak akhir Februari lalu. Serangan tersebut tidak hanya melumpuhkan aset strategis tetapi juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya. Menanggapi klaim tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) justru memberikan peringatan keras bahwa mereka siap melancarkan perang atrisi jangka panjang yang berisiko menghancurkan stabilitas ekonomi dunia.

Ketegangan ini telah memicu guncangan hebat pada pasar energi global, terutama akibat blokade di Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi seperlima minyak dunia. Penggunaan ranjau dan serangan drone di wilayah tersebut hampir menghentikan total aktivitas pengiriman, sehingga memaksa Badan Energi Internasional (IEA) merilis rekor 400 juta barel cadangan minyak demi menstabilkan harga bahan bakar yang melonjak drastis. Analis memperingatkan bahwa jika gangguan ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya menyasar sektor energi tetapi juga pasokan pupuk global yang bisa memicu krisis pangan di berbagai belahan dunia.

Di saat yang sama, api peperangan terus meluas ke wilayah regional lain seperti Lebanon, di mana Hizbullah melancarkan serangan balasan yang memicu gelombang gempuran udara besar-besaran dari Israel di Beirut dan wilayah timur. Krisis kemanusiaan pun tak terelakkan dengan laporan lebih dari 630 orang tewas dan ratusan ribu warga mengungsi. Sementara itu, sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, masih misterius dan belum muncul di publik usai laporan dirinya terluka, di tengah ancaman otoritas Iran yang akan menindak tegas setiap bentuk perbedaan pendapat di dalam negeri sebagai tindakan pengkhianatan.(*)

Editor : Indra Zakaria