Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dunia Terancam Kenaikan Harga Minyak: Iran Blokade Selat Hormuz dan Hujani Kapal Dagang dengan Rudal

Redaksi Prokal • Kamis, 12 Maret 2026 - 13:45 WIB

Kapal kargo Thailand.
Kapal kargo Thailand.

DUBAI— Krisis energi global mencapai titik nadir baru pada Rabu (11/3/2026) setelah Iran memperingatkan dunia untuk bersiap menghadapi harga minyak mentah sebesar $200 per barel. Ancaman ini muncul saat pasukan Garda Revolusi Iran mulai menargetkan kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, memicu guncangan pasar energi terparah sejak tahun 1970-an.

Perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel hampir dua pekan lalu telah menelan sekitar 2.000 korban jiwa, sebagian besar di Iran dan Lebanon. Meski Pentagon mengklaim telah melancarkan serangan udara paling intensif, Iran membuktikan masih mampu melawan dengan meluncurkan rudal ke arah Israel dan berbagai target strategis di Timur Tengah.

Selat Hormuz Lumpuh, Kapal Kargo Jadi Sasaran

Blokade total di Selat Hormuz, jalur yang melayani seperlima pasokan minyak dunia, kini menjadi kenyataan pahit. Pada Rabu pagi, tiga kapal dilaporkan terkena serangan di perairan Teluk, termasuk kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, yang terbakar hebat dan memaksa evakuasi kru.

Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan terhadap kapal-kapal yang mengabaikan perintah mereka. Situasi kian rumit setelah laporan menyebutkan Iran telah menyebar sekitar belasan ranjau laut di sepanjang selat, membuat pelayaran komersial mustahil dilakukan dengan aman.

"Bersiaplah untuk minyak seharga $200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional yang telah kalian hancurkan," tegas Ebrahim Zolfaqari, juru bicara komando militer Iran, yang ditujukan kepada Washington.

Respons AS dan Intervensi Energi Global
Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan Axios, sempat mengecilkan kekuatan lawan dengan menyatakan bahwa "hampir tidak ada lagi yang tersisa" untuk ditargetkan di Iran. Namun, pasar bereaksi berbeda; harga minyak sempat melonjak ke angka $120 sebelum menetap di kisaran $90 per barel, naik lebih dari 4% dalam satu hari.

Menanggapi kekacauan ini, Badan Energi Internasional (IEA) merekomendasikan pelepasan darurat 400 juta barel cadangan strategis global—intervensi terbesar dalam sejarah—untuk menstabilkan harga yang terus melonjak di pompa-pompa bensin seluruh dunia.

Kondisi Internal Iran dan Gejolak Regional
Di Teheran, kemarahan publik memuncak. Ribuan orang turun ke jalan menghadiri pemakaman komandan tinggi dan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Laporan terbaru menyebutkan bahwa putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, mengalami luka ringan dalam serangan udara awal perang yang turut menewaskan seluruh keluarga intinya.

Sementara itu, Israel menegaskan tidak ada batas waktu untuk operasi militer ini. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan serangan akan terus berlanjut hingga seluruh kemampuan nuklir dan proyeksi kekuatan Iran dihancurkan total.

Kini, dengan kota-kota besar di Teluk yang mulai terkena dampak serangan drone dan hujan hitam akibat asap minyak yang menyelimuti Teheran, dunia berada dalam ketidakpastian ekonomi yang sangat mencekam. (*)

Editor : Indra Zakaria