Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pentagon Ngaku Hanya 140 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran, 7 Personel Tewas

Redaksi Prokal • 2026-03-12 07:45:00

Tentara Amerika Serikat.
Tentara Amerika Serikat.


WASHINGTON — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) merilis data terbaru mengenai jumlah korban di pihak mereka dalam kurun waktu hampir dua pekan pecahnya perang dengan Iran. Pada Selasa (10/3/2026) waktu setempat, Pentagon mengonfirmasi bahwa sebanyak 140 tentara Amerika Serikat terluka, termasuk delapan personel yang mengalami "luka parah".

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa sebagian besar prajurit yang terluka hanya mengalami cedera ringan. Dari total korban luka tersebut, sebanyak 108 personel dilaporkan telah pulih dan kembali bertugas di unit masing-masing.

"Mayoritas besar dari cedera ini bersifat ringan, dan 108 anggota yang terluka sudah kembali bertugas," ujar Parnell dalam keterangan resminya.

Namun, situasi di lapangan tetap mematikan. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa tujuh anggota layanan AS tewas akibat serangkaian serangan balasan yang diluncurkan oleh Iran ke berbagai pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah sejak dimulainya agresi militer gabungan AS-Israel.

Serangan balasan Iran, yang melibatkan rentetan rudal balistik dan drone, terus menargetkan titik-titik strategis militer AS sebagai respons atas pengeboman intensif di Teheran dan wilayah kedaulatan Iran lainnya. Meskipun Pentagon mengecilkan tingkat keparahan cedera sebagian besar pasukannya, angka kematian yang mulai muncul memberikan tekanan politik baru bagi pemerintahan Washington di tengah ketidakpastian durasi perang ini.

Hingga saat ini, stabilitas keamanan bagi personel AS di Timur Tengah berada pada level paling berisiko, dengan ancaman serangan berkelanjutan yang diprediksi akan terus terjadi selama operasi militer terhadap infrastruktur nuklir dan militer Iran berlangsung. (*)

Editor : Indra Zakaria