Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sentilan Jerman untuk AS-Israel: Kanselir Merz Tegaskan Perang Tak Akan Pernah Amankan Teluk

Redaksi Prokal • 2026-03-12 08:15:00

   Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Kanselir Jerman Friedrich Merz.

BERLIN- Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyampaikan pandangan pesimistis terkait prospek berakhirnya konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis, di Berlin pada Selasa (10/3/2026), Merz menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana internasional yang solid untuk menghentikan perang tersebut secara cepat.

Konflik yang telah berkecamuk selama lebih dari sepekan ini dinilai Merz kian kompleks seiring munculnya berbagai persoalan baru setiap harinya. Jerman, sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Eropa, kini berada dalam posisi waspada tinggi terhadap dampak domino yang ditimbulkan oleh peperangan di kawasan Teluk tersebut.

"Perang ini telah berlangsung selama lebih dari sepekan, dan masalah-masalah baru terus bermunculan," ujar Merz di hadapan para jurnalis.

Kanselir Merz menyoroti tiga ancaman utama bagi stabilitas Eropa: keamanan kawasan, gangguan serius pada pasokan energi, serta potensi gelombang migrasi baru. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer tidak akan mampu menghadirkan stabilitas jangka panjang bagi Israel maupun mitra-mitra regional lainnya. Sebaliknya, eskalasi ini justru dianggap merugikan kepentingan rakyat Iran dan mengancam tatanan dunia.

Menurut Merz, kunci dari keamanan regional bukanlah kehancuran, melainkan keberadaan Iran yang stabil dan mampu menjalankan perannya sebagai bagian dari tatanan perdamaian. Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini justru membutuhkan Iran yang layak dan berdaulat untuk menjaga keseimbangan geopolitik.

"Perang tidak akan membawa keamanan dan stabilitas jangka panjang. Dunia membutuhkan Iran yang stabil dan layak sebagai bagian dari tatanan perdamaian regional," tambah Merz.

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam Uni Eropa terhadap ketidakpastian global yang dipicu oleh agresi tersebut. Di tengah krisis energi yang menghantui, Jerman kini berupaya mendorong jalur diplomasi meski mengakui bahwa jalan menuju gencatan senjata masih terlihat sangat gelap.(*)

Editor : Indra Zakaria