PROKAL.CO- Raja media sosial dan pemain poker profesional, Dan Bilzerian, kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah melontarkan serangkaian pernyataan yang sangat kontroversial melalui platform digitalnya. Pria yang dikenal dengan gaya hidup mewahnya ini memicu perdebatan sengit setelah menyentuh isu-isu sensitif mulai dari sejarah Perang Dunia II, kesehatan global, hingga geopolitik Timur Tengah.
Dalam unggahan terbarunya pada Rabu (11/3/2026), Bilzerian melontarkan klaim yang menantang konsensus sejarah dan sains. Ia menyatakan bahwa narasi mengenai enam juta orang Yahudi yang tewas di kamar gas selama Holocaust adalah tidak benar. Tak berhenti di situ, ia juga menyerang kebijakan kesehatan dengan menyebut vaksin Covid tidak aman, serta menyatakan bahwa Iran sebenarnya tidak pernah menjadi ancaman nyata bagi Amerika Serikat.
"Enam juta orang Yahudi tidak dibunuh di kamar gas selama Perang Dunia II, vaksin Covid tidak aman, Iran tidak pernah menjadi ancaman bagi AS, dan berkas Epstein bukanlah tipuan," tulis Bilzerian dalam pernyataannya yang kini viral.
Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan komunitas internasional, yang menuduhnya menyebarkan disinformasi berbahaya dan sentimen antisemitisme. Di tengah situasi global yang sedang memanas akibat konflik di Timur Tengah, komentarnya mengenai Iran juga dianggap provokatif oleh banyak analis politik.
Siapakah Dan Bilzerian?
Bagi mereka yang tidak mengikuti dunia lifestyle ekstrem di internet, Dan Bilzerian adalah sosok yang memecah opini publik. Berikut adalah profil singkatnya:
Raja Instagram: Ia meraih popularitas global melalui Instagram (dengan puluhan juta pengikut) yang memamerkan gaya hidup ultra-mewah, senjata api, jet pribadi, dan dikelilingi banyak model.
Pemain Poker: Bilzerian mengklaim membangun kekayaannya melalui permainan poker tingkat tinggi, meskipun asal-usul kekayaannya sering diperdebatkan dan dikaitkan dengan dana perwalian dari ayahnya, Paul Bilzerian, seorang mantan pengusaha Wall Street.
Sosok Kontroversial: Ini bukan pertama kalinya ia memicu keributan. Ia pernah mencoba mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada 2016 (sebelum akhirnya mendukung Donald Trump), terlibat dalam berbagai sengketa hukum, dan sering melontarkan pernyataan yang tidak selaras dengan norma umum.
Pebisnis: Ia adalah pendiri Ignite, sebuah perusahaan yang menjual berbagai produk gaya hidup termasuk rokok elektrik (vape), air mineral, dan produk CBD.
Tindakan terbaru Bilzerian ini dipandang oleh banyak pakar komunikasi sebagai upaya untuk tetap relevan di tengah pergeseran tren media sosial, namun kali ini ia memasuki ranah teori konspirasi berat yang dapat berujung pada pemblokiran akun atau konsekuensi hukum di beberapa negara yang memiliki aturan ketat mengenai penyangkalan Holocaust. (*)
Editor : Indra Zakaria