Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Trump Tertawa Dengar "Rahasia" Pemimpin Baru Iran

Redaksi Prokal • 2026-03-19 06:00:00

Donald Trump
Donald Trump

WASHINGTON – Sebuah laporan intelijen terbaru yang diterima Gedung Putih pekan lalu memicu reaksi tak terduga dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan yang beredar, Trump tertawa terbahak-bahak saat menerima pengarahan mengenai informasi pribadi yang sangat sensitif terkait Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Berdasarkan laporan yang pertama kali diungkap oleh New York Post, dokumen intelijen tersebut menyuguhkan detail mengenai orientasi seksual Mojtaba yang selama ini menjadi desas-desus di lingkaran dalam Teheran. "Trump tidak bisa menahan keterkejutannya dan tertawa keras saat diberitahu mengenai intelijen tersebut," ungkap sumber internal yang dikutip pada Senin (16/3).

Informasi ini pun menarik benang merah ke masa lalu. Mendiang Ayatollah Ali Khamenei—yang tewas dalam serangan awal Operation Epic Fury—dikabarkan sempat mengkhawatirkan kapasitas putranya untuk menjadi penerus takhta. Kekhawatiran tersebut disinyalir berakar pada rumor mengenai kehidupan pribadi Mojtaba yang dianggap tidak sejalan dengan nilai-negara teokrasi yang dipimpinnya.

Mojtaba sendiri saat ini dilaporkan masih dalam masa pemulihan akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan yang juga menewaskan istri dan putranya. Salah satu sumber menyebutkan bahwa perilaku Mojtaba selama perawatan medis di bawah pengaruh obat-obatan dosis tinggi semakin memperkuat laporan intelijen yang masuk ke meja Washington.

Meski informasi ini berpotensi menjadi "peluru" dalam perang informasi, sumber-sumber intelijen menegaskan bahwa laporan tersebut memiliki kredibilitas tinggi dan bukan merupakan disinformasi yang sengaja disebar untuk menjatuhkan mental lawan.

"Fakta bahwa informasi ini diangkat hingga ke tingkat pimpinan tertinggi menunjukkan adanya kepercayaan yang besar terhadap akurasi data tersebut," ujar salah satu pejabat intelijen. Mengingat Iran adalah negara yang melarang keras homoseksualitas, bocornya informasi ini diprediksi akan menjadi beban moral yang sangat berat bagi legitimasi Mojtaba di mata publik domestik maupun dunia Islam.

Ini bukan kali pertama informasi pribadi Mojtaba Khamenei menjadi konsumsi publik internasional sejak ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi. Sebelumnya, media Inggris The Sun juga sempat melaporkan catatan medis Mojtaba yang menyebutkan dirinya pernah menjalani pengobatan khusus di London terkait masalah impotensi.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi atas beredarnya laporan-laporan sensitif ini. Di tengah situasi perang yang masih berkecamuk, kebocoran intelijen mengenai kehidupan pribadi pemimpin tertinggi dipandang sebagai strategi untuk meruntuhkan wibawa kepemimpinan Iran dari dalam. (*)

Editor : Indra Zakaria