Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dukungan Internasional terhadap Perang Iran Capai Titik Nadir

Redaksi Prokal • 2026-03-19 09:15:00

Donald Trump dan PM Inggris Prime Keir Starmer. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP via Getty Images)
Donald Trump dan PM Inggris Prime Keir Starmer. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP via Getty Images)

WASHINGTON – Analis data utama CNN, Harry Enten, mengungkapkan keterkejutannya atas anjloknya dukungan global terhadap Amerika Serikat menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk meluncurkan operasi militer besar-besaran di Iran.

Dalam program “News Central”, Enten memaparkan data yang memperlihatkan isolasi diplomatik Washington dari sekutu-sekutu tradisionalnya. Angka-angka tersebut muncul setelah serangan terkoordinasi AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang memicu perang terbuka.

Sekutu Tradisional Berbalik Arah

Data yang dipaparkan Enten menunjukkan tingkat persetujuan bersih (net approval) terhadap keterlibatan AS di Iran berada di angka yang sangat memprihatinkan di mata negara sahabat. Misalnya, Jepang diangka minus 73, Inggris minus 34 dan Kanada diangka minus 27.

"Anda melihat angka-angka ini, Anda melihat penurunan yang tajam," ujar Enten kepada jangkar berita John Berman. "Intinya adalah ini: masyarakat di luar negeri jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memandang AS secara positif. Dampak dari kebijakan tersebut kini mulai terasa, di mana hampir tidak ada dukungan internasional bagi aksi militer AS di Iran."

Ketegangan dengan NATO dan Krisis Selat Hormuz

Presiden Trump (79) awalnya mempresentasikan operasi ini sebagai upaya "pergantian rezim" (regime change). Namun, dua minggu berjalan, situasi telah berkembang menjadi perang skala besar yang tampaknya kurang diantisipasi oleh Gedung Putih.

Trump secara terbuka mengecam sekutu NATO karena menolak membantu AS mengamankan Selat Hormuz—jalur air vital yang kini terhenti pasokan minyaknya akibat serangan Iran. Padahal, para ahli telah berulang kali memperingatkan risiko penutupan selat tersebut sebelum perang dimulai.(*)

Editor : Indra Zakaria