Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Krisis Ekonomi Argentina: Potret Buram Prostitusi Jalanan di Tengah Lonjakan Pengangguran Muda

Redaksi Prokal • Jumat, 20 Maret 2026 - 18:40 WIB

Prostitusi makin merebak di Argentina.
Prostitusi makin merebak di Argentina.

BUENOS AIRES – Krisis ekonomi yang mencekik Argentina kini mulai menampakkan wajah aslinya di sudut-sudut gelap jalanan ibu kota. Laporan lapangan terbaru menyoroti fenomena maraknya prostitusi jalanan yang kian menjamur, sebuah dampak langsung dari kondisi ekonomi negara yang berada di ambang kolaps.

Di jalanan Argentina, tarif jasa prostitusi jalanan dilaporkan menyentuh angka sekitar 30 USD (atau setara dengan kisaran 5.000 Yen). Angka ini dianggap sebagai cerminan dari depresiasi nilai tukar dan kebutuhan mendesak akan uang tunai di tengah masyarakat yang daya belinya terus merosot tajam.

Banyak analis menilai fenomena ini tidak lepas dari angka pengangguran kaum muda di Argentina yang kini telah melampaui angka kritis 20%. Tanpa adanya lapangan pekerjaan yang memadai di sektor formal, banyak anak muda yang akhirnya terjerumus ke sektor informal, termasuk pekerjaan seks jalanan, demi menyambung hidup sehari-hari.

Yang cukup mengejutkan bagi beberapa pengamat lapangan adalah kontradiksi antara situasi ekonomi yang sulit dengan kualitas layanan yang ditawarkan. Meskipun bekerja di bawah tekanan ekonomi yang berat dan tarif yang relatif rendah bagi pemegang mata uang asing, tingkat profesionalitas dan pelayanan di jalanan tetap terlihat tinggi, menunjukkan betapa kompetitifnya "pasar" bertahan hidup di tengah krisis.

Argentina saat ini memang sedang berjuang melawan inflasi tiga digit dan kemiskinan yang terus meningkat. Pemandangan di jalanan ini hanyalah puncak gunung es dari masalah struktural yang lebih besar, di mana generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan kehilangan harapan dan masa depan jika pemulihan ekonomi tak kunjung datang. (*)

Editor : Indra Zakaria