Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tuduhan Serangan Kapal Sipil di Teluk Persia: Teheran Siapkan Balasan Serius terhadap AS dan Israel

Redaksi Prokal • Senin, 23 Maret 2026 - 02:57 WIB

Arsip - Kapal milik Garda Revolusi Iran terlihat di Teluk Persia dekat Bushehr, Iran, 29 April 2024.
Arsip - Kapal milik Garda Revolusi Iran terlihat di Teluk Persia dekat Bushehr, Iran, 29 April 2024.

PROKAL.CO- Ketegangan di perairan strategis Teluk Persia semakin membara setelah militer Iran melayangkan tuduhan serius terhadap Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa pasukan koalisi tersebut kini mulai menargetkan kapal-kapal sipil dan penumpang sebagai pelampiasan atas kebuntuan mereka di medan perang.

"AS dan Israel, karena terus mengalami kekalahan dan tidak mampu menghadapi serangan angkatan bersenjata Iran, mulai menyerang kapal sipil di Teluk Persia," tegas Zolfaghari dalam pernyataannya yang dikutip stasiun TV Iran SNN, Sabtu (21/3).

Langkah ini dinilai Teheran sebagai bentuk keputusasaan militer lawan setelah agresi yang dimulai sejak akhir Februari lalu tidak membuahkan hasil sesuai harapan. Zolfaghari memberikan peringatan keras bahwa Teheran tidak akan tinggal diam jika provokasi di jalur pelayaran internasional tersebut terus berlanjut. Ia menambahkan bahwa jika serangan "keji" itu tidak segera dihentikan, Iran dipastikan akan mengambil tindakan balasan yang jauh lebih serius dan mematikan guna melindungi kedaulatan wilayah serta keselamatan warga sipil mereka di laut.

Konflik terbuka ini sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah titik di Iran, termasuk jantung ibu kota Teheran. Meski awalnya Washington dan Tel Aviv berdalih bahwa serangan tersebut merupakan "langkah pendahuluan" untuk melumpuhkan program nuklir Iran, narasi tersebut belakangan bergeser. Kini, kedua negara tersebut secara terang-terangan menyatakan bahwa tujuan utama agresi militer mereka adalah untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di Iran, sebuah pengakuan yang memicu gelombang balasan rudal dan drone dari pasukan Garda Revolusi ke pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Situasi di Teluk Persia kini berada pada titik paling kritis, di mana keamanan jalur perdagangan energi dunia menjadi taruhannya. Di tengah saling klaim kemenangan dan serangan balasan yang terus meningkat, ancaman Iran untuk melakukan "balasan serius" terhadap kapal-kapal koalisi bisa memicu konfrontasi laut yang jauh lebih luas. Dunia internasional kini mengamati dengan cemas, menunggu apakah diplomasi masih memiliki ruang ataukah kawasan tersebut akan benar-benar tenggelam dalam perang total yang tak terelakkan.(*)

Editor : Indra Zakaria