Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Presiden Macron Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Anda Sedang Membuka Kotak Pandora!

Redaksi Prokal • 2026-04-04 10:00:41
Presiden Prancis, Emmanuel Macron
Presiden Prancis, Emmanuel Macron

 
PARIS – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melontarkan kritik pedas terhadap langkah militer Amerika Serikat dan Israel yang melakukan serangan udara ke wilayah Iran. Dalam pernyataan resminya yang mengguncang diplomasi Barat, Macron memperingatkan bahwa intervensi bersenjata dengan dalih ketidaksukaan terhadap suatu rezim adalah langkah berbahaya yang dapat memicu kekacauan global yang tidak terkendali.

Macron menegaskan bahwa meskipun dunia sepakat bahwa rezim di Teheran memiliki rekam jejak yang buruk dan ia sendiri tidak setuju dengan banyak kebijakan Iran, pengeboman bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa intervensi militer asing di Timur Tengah dan sekitarnya tidak pernah membuahkan hasil yang positif bagi stabilitas jangka panjang.

Baca Juga: F-15E Amerika Ditembak Jatuh oleh Iran, Satu Awak Selamat, Satu Lagi Ditangkap Iran

"Pada hari Anda mengatakan 'Saya tidak menyukai rezim Anda', lalu menganggap itu sebagai ancaman bagi tetangga sehingga Anda merasa berhak campur tangan dan mengebom, maka saat itulah Anda sedang membuka kotak Pandora," tegas Macron dalam pidatonya.

Pemimpin Prancis ini mengajak dunia untuk berkaca pada kegagalan operasi militer serupa di masa lalu. Ia menyebut tragedi di Irak, Afghanistan, dan Libya sebagai bukti nyata bahwa kekuatan senjata tidak pernah memberikan hasil yang diharapkan. Baginya, kedaulatan rakyat adalah hal yang harus dihormati secara mutlak. Jika sebuah bangsa ingin melakukan perubahan rezim, maka hal itu harus datang dari keinginan rakyat itu sendiri, bukan dipaksakan melalui hulu ledak misil dari luar.

Di tengah polarisasi kekuatan dunia saat ini, Macron menawarkan sebuah "Jalan Ketiga" sebagai alternatif diplomasi global. Ia menyerukan adanya aliansi strategis yang melibatkan negara-negara seperti Prancis, negara-negara Eropa lainnya, Korea, Kanada, Jepang, India, Brasil, hingga Australia. Agenda bersama ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan baru bagi negara-negara yang tidak ingin terjebak dalam ketergantungan pada China, namun juga tidak ingin secara membabi buta berpihak pada setiap langkah militer Amerika Serikat.

Langkah berani Macron ini mencerminkan keretakan yang semakin nyata di dalam blok Barat terkait cara menangani krisis di Iran. Sementara Washington dan Tel Aviv memilih jalur konfrontasi langsung, Paris justru mencoba menarik garis tegas untuk mengedepankan kedaulatan dan diplomasi multi-lateral guna mencegah kawasan tersebut jatuh ke dalam jurang kehancuran yang lebih dalam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#emanuel macron