OTTAWA – Hubungan diplomatik antara Kanada dan Israel dilaporkan mencapai titik terendah setelah pemerintah Kanada secara resmi mengeluarkan pernyataan keras terkait eskalasi militer di Timur Tengah. Perdana menteri Kanada yang baru, Mark Carney, secara tegas menyebut aksi militer Israel ke wilayah Lebanon sebagai sebuah bentuk pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat ditoleransi.
Dalam sebuah pernyataan singkat namun tajam, Carney tidak ragu untuk menggunakan istilah yang sangat sensitif dalam dunia diplomasi untuk menggambarkan pergerakan pasukan Israel tersebut. Langkah ini menandai pergeseran drastis dalam kebijakan luar negeri Kanada yang biasanya cenderung lebih moderat dalam menyikapi konflik di kawasan tersebut.
"Pemerintah Kanada memandang tindakan ini sebagai sebuah invasi ilegal. Kami mengecam keras tindakan tersebut," tegas PM Mark Carney dalam keterangannya kepada media.
Kecaman ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel agar segera menghentikan operasi militernya di Lebanon demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil. Pernyataan Carney ini juga dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Kanada kini mengambil posisi yang lebih kritis dan independen, sejajar dengan seruan beberapa negara Barat lainnya yang mulai mempertanyakan legalitas operasi militer tersebut.
Keputusan Ottawa untuk menjauhkan diri dari dukungan tanpa syarat terhadap Israel diprediksi akan mengubah peta koalisi internasional di panggung PBB. Dengan sikap tegas ini, Kanada di bawah kepemimpinan Carney menunjukkan komitmennya untuk lebih mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan wilayah dan hukum internasional di atas kepentingan geopolitik tradisional mereka. (*)
Editor : Indra Zakaria