ALGIERS – Benua Afrika dan dunia Arab baru saja memasuki babak baru dalam perlombaan persenjataan udara yang sangat tertutup. Tanpa pengumuman besar atau parade militer yang mencolok, Aljazair dilaporkan telah merogoh kocek sedalam 2 miliar dolar AS untuk mendatangkan 14 jet tempur generasi kelima, Su-57E, buatan Rusia. Langkah ini secara otomatis menobatkan Aljazair sebagai negara pertama di Afrika sekaligus di dunia Arab yang mengoperasikan jet tempur siluman paling canggih saat ini.
Kehadiran jet tempur berkemampuan stealth ini menjadi tamparan bagi banyak analis militer internasional yang selama ini lebih fokus memantau perkembangan di Riyadh atau kawasan Teluk lainnya. Aljazair tampaknya sengaja memilih jalur senyap dalam proses pengadaan ini, menciptakan sebuah "era kerahasiaan" baru di mana kekuatan militer besar dibangun di balik layar tanpa gembar-gembor diplomatik.
Langkah strategis ini menempatkan Aljazair di posisi yang sangat dominan dalam peta keamanan regional. Su-57E dikenal sebagai pesawat tempur dengan kemampuan manuver ekstrem dan sistem radar yang mampu mendeteksi target dari jarak yang sangat jauh sebelum pesawat itu sendiri terlihat oleh radar lawan. Dengan nilai kontrak yang fantastis tersebut, Aljazair tidak hanya sekadar membeli pesawat, tetapi juga membeli supremasi udara yang sulit tertandingi oleh negara-negara tetangganya.
Para pengamat menilai bahwa kerahasiaan ini adalah bagian dari taktik pencegahan yang matang. Di saat perhatian dunia teralihkan oleh konflik di wilayah lain, Aljazair berhasil memperkuat perisai udaranya dengan teknologi militer Rusia yang paling mutakhir. Pesan yang dikirimkan sangat jelas: kekuatan baru telah lahir di Afrika Utara, dan mereka tidak merasa perlu untuk meminta izin atau memberikan penjelasan kepada dunia.
Keberhasilan Aljazair menjadi pionir pengguna jet generasi kelima di kawasan ini diprediksi akan mengubah peta diplomasi militer di Afrika secara permanen. (*)
Editor : Indra Zakaria