PROKAL.CO- Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, secara resmi menyampaikan penyesalannya kepada Korea Utara terkait insiden penerbangan pesawat nirawak (drone) yang sempat memasuki wilayah negara tetangganya tersebut. Pernyataan ini disampaikan Lee dalam rapat kabinet yang digelar pada Senin (6/4).
Meski menegaskan bahwa pengoperasian drone tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Pemerintah Korea Selatan, Lee sebagai kepala negara merasa perlu merespons ketegangan militer yang timbul. Ia menyebut insiden itu sebagai tindakan tidak bertanggung jawab dan ceroboh dari pihak-pihak tertentu yang memicu gesekan yang tidak perlu di semenanjung.
Menindaklanjuti kejadian ini, Presiden Lee menginstruksikan kementerian terkait untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem. Ia meminta adanya langkah-langkah penegakan hukum yang konkret guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Lee juga menyampaikan simpati mendalam kepada warga di wilayah perbatasan antar-Korea. Masyarakat di zona tersebut menjadi pihak yang paling terdampak oleh kecemasan akibat meningkatnya suhu politik dan militer pasca-insiden.
Pernyataan Lee ini menandai momen pertama kalinya seorang pemimpin tertinggi Korea Selatan menyatakan penyesalan secara terbuka kepada Korea Utara sejak kasus drone ini terungkap. Sebelumnya, pada Februari lalu, langkah serupa hanya dilakukan di tingkat kementerian oleh Menteri Unifikasi Chung Dong-young.
Lee menekankan bahwa konstitusi dan undang-undang Korea Selatan dengan tegas melarang individu melakukan tindakan provokatif pribadi terhadap Korea Utara. Ia mengingatkan seluruh rakyat Korea Selatan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea adalah prioritas utama yang harus diupayakan bersama demi keamanan nasional. (*)
Editor : Indra Zakaria