Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Blokade Selat Hormuz Memanas: Militer AS Paksa Enam Kapal Komersial Putar Balik

Redaksi Prokal • Rabu, 15 April 2026 - 11:50 WIB
Pesawat tempur F/A-18E Super Hornet tinggal landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln dalam operasi Epic Fury. (U.S. Navy/Handout via REUTERS)
Pesawat tempur F/A-18E Super Hornet tinggal landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln dalam operasi Epic Fury. (U.S. Navy/Handout via REUTERS)

WASHINGTON – Ketegangan di Teluk Persia mencapai titik didih baru setelah militer Amerika Serikat secara resmi memulai operasi blokade total terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Dalam laporan perdana yang dirilis oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Rabu (15/4), pihak militer menyatakan bahwa tidak ada satu pun kapal yang berhasil menembus barikade laut mereka selama 24 jam pertama operasi berlangsung. Setidaknya enam kapal dagang dilaporkan telah dipaksa memutar balik setelah mencoba melintasi zona terlarang tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas: Blokade AS Dimulai, Puluhan Kapal Komersial Nekat Melintas

"Tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan enam kapal dagang telah mematuhi instruksi dari pasukan kami untuk berbalik arah dan kembali memasuki pelabuhan Iran di Teluk Oman," tegas pernyataan resmi dari CENTCOM. Operasi berskala besar ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Presiden Donald Trump pasca-kegagalan total perundingan damai akhir pekan lalu, yang kini menyeret harga minyak dunia kembali melonjak di atas angka 100 USD per barel.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Jebol! Tanker Tiongkok Nekat Terjang Ancaman Militer Donald Trump

Untuk memastikan jalur urat nadi energi dunia ini tertutup rapat bagi Teheran, Amerika Serikat mengerahkan kekuatan militer yang masif. Tercatat lebih dari 10.000 personel militer, belasan kapal perang, serta puluhan pesawat tempur, termasuk skuadron F/A-18E Super Hornet dari kapal induk USS Abraham Lincoln, disiagakan untuk menjaga setiap inci garis pantai Iran. Pihak militer menegaskan bahwa aturan ini berlaku tanpa pandang bulu. "Blokade ini ditegakkan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran," tambah pernyataan tersebut.

Ketegasan Washington juga tertuang dalam nota peringatan keras yang dikirimkan kepada para pelaut di seluruh dunia sejak Senin lalu. Dalam nota tersebut, militer AS memberikan peringatan tanpa kompromi mengenai risiko fisik yang dihadapi. "Setiap kapal yang memasuki atau meninggalkan area blokade tanpa izin akan menjadi sasaran intersepsi, pengalihan, hingga penangkapan," tulis otoritas militer AS. Meski demikian, pihak Gedung Putih masih menyisakan celah kemanusiaan; pengiriman makanan, pasokan medis, dan barang kebutuhan pokok lainnya tetap diizinkan melintas, namun dengan syarat wajib menjalani inspeksi ketat oleh pasukan AS.

Blokade ini menambah ketidakpastian global yang luar biasa besar, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Para pelaku pasar dan industri maritim kini mengamati dengan cemas setiap pergerakan di wilayah tersebut. Dengan kegagalan diplomasi yang baru saja terjadi, blokade laut ini seolah menjadi pesan jelas dari Washington bahwa mereka siap menempuh jalur konfrontasi ekonomi dan militer yang lebih ekstrem untuk menekan Teheran di tengah kecamuk perang yang telah berlangsung selama enam minggu terakhir.

Editor : Indra Zakaria
#selat hormuz