TEHERAN – Panglima Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Mousavi, melontarkan pernyataan keras yang semakin memanaskan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dalam sebuah pidato terbaru, Mousavi menegaskan bahwa Republik Islam Iran saat ini sedang berada dalam konfrontasi terbuka dengan kekuatan yang ia sebut sebagai representasi kejahatan global.
"Kita sedang berada dalam peperangan melawan sekutu dan tentara iblis," ujar Mousavi dengan nada tegas di hadapan jajaran personel militer Iran.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan kekuatan Barat dan sekutu-sekutunya. Istilah "sekutu iblis" sering kali digunakan dalam retorika politik-militer Iran untuk merujuk pada musuh-musuh strategis mereka, terutama yang dianggap mengancam kedaulatan dan pengaruh regional Iran.
Mousavi menekankan bahwa Angkatan Udara IRGC terus meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan teknologi pertahanan udara mereka guna menghadapi ancaman yang datang dari luar. Ia juga mengisyaratkan bahwa Iran tidak akan mundur dari komitmennya dalam mempertahankan kepentingannya, meskipun tekanan internasional terus meningkat.
Para pengamat menilai retorika bernada teologis ini merupakan upaya untuk memperkuat moral pasukan dan menegaskan posisi ideologis Iran di tengah berbagai konflik regional yang masih membara. Pernyataan ini juga dipandang sebagai pesan peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba melakukan intervensi atau agresi militer terhadap wilayah kedaulatan Iran. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak internasional terkait pernyataan provokatif dari petinggi militer Teheran tersebut.
Editor : Indra Zakaria