Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Amerika dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Trump Sebut Hanya "Love Tap"

Redaksi Prokal • Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:23 WIB
Selat Hormuz
Selat Hormuz

 
PROKAL.CO– Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru berjalan sebulan kini berada di ambang kehancuran. Kedua negara dilaporkan saling melancarkan serangan udara dan laut di kawasan strategis Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026) malam waktu setempat.

Insiden ini bermula ketika Teheran menuduh militer Amerika bertindak seperti perompak dengan menyerang kapal tanker minyak mereka dan membombardir wilayah sipil di pesisir selatan Iran. Wilayah yang menjadi sasaran meliputi Bandar Khamir, Sirik, hingga Pulau Qeshm, yang merupakan lokasi pemukiman warga dan fasilitas desalinasi air.

Sebaliknya, Washington bersikeras bahwa aksi militer tersebut merupakan bentuk pembelaan diri. Berdasarkan laporan The Guardian, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan Iran lebih dulu meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah tiga kapal perusak AS, yakni USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason, yang tengah melintas di selat tersebut.

"Militer AS yang agresif telah melanggar gencatan senjata," tegas juru bicara militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari. Ia juga mengklaim bahwa serangan balasan Iran telah menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal perang Amerika.

Namun, pihak Washington membantah adanya fasilitas atau kapal mereka yang terkena hantaman martir Iran. AS mengklaim berhasil menghancurkan semua ancaman yang masuk dan langsung membalas dengan menghancurkan fasilitas militer Iran yang dianggap sebagai sumber peluncuran serangan tersebut.

Meski situasi di Selat Hormuz memanas dan bau mesiu kembali menyengat, Presiden AS Donald Trump justru memberikan tanggapan yang mengejutkan. Ia meremehkan eskalasi tersebut dan menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata secara teknis masih berlaku.

"Mereka mengganggu kami hari ini dan kami menghancurkan mereka. Itu hanya sebuah 'love tap' (sentuhan cinta/serangan kecil)," ujar Trump kepada wartawan di Washington.

Trump tetap optimis bahwa peluang kesepakatan damai permanen masih terbuka lebar. Dengan gaya khasnya, ia menyebut bahwa pihak Iran berada dalam posisi yang lebih tertekan untuk segera mengakhiri konflik. "Saya percaya mereka lebih membutuhkan kesepakatan dibanding saya," imbuhnya.

Dunia kini menanti apakah "sentuhan kecil" ini akan benar-benar mereda atau justru menjadi pematik perang terbuka di salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#selat hormuz #iran