Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Partai Kecoa Jadi Ancaman Nyata bagi Pemerintah India, Rencana Gelar Demo Besar-Besaran

Redaksi Prokal • Selasa, 2 Juni 2026 | 14:00 WIB
Cockroach Janata Party (CJP)
Cockroach Janata Party (CJP)

NEW DELHI – Panggung politik India tengah diguncang oleh fenomena gerakan anak muda baru bernama Cockroach Janata Party (CJP), atau Partai Kecoa. Meski awalnya berdiri sebagai gerakan politik satir, CJP kini membuktikan tajinya di dunia nyata. Sang pendiri, Abhijeet Deepke, secara resmi mengumumkan rencana untuk menggelar aksi demonstrasi damai besar-besaran di kawasan Jantar Mantar, New Delhi, guna menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan.

Gerakan unik yang baru saja didirikan oleh sekumpulan anak muda India pada pertengahan Mei lalu ini dengan sangat cepat menjelma menjadi kekuatan baru yang sangat populer di jagat maya. Tidak main-main, akun Instagram resmi CJP saat ini telah meroket hingga memiliki lebih dari 20 juta pengikut. Angka fantastis tersebut bahkan sukses melampaui jumlah pengikut akun resmi Partai Bharatiya Janata (BJP)—partai penguasa yang saat ini dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi—yang hanya mengantongi sekitar sembilan juta pengikut.

Melalui pengumuman resmi di media sosial, CJP menegaskan bahwa gerakan ini tidak lagi sekadar menjadi pemanis di layar kaca ponsel pintar. Aksi turun ke jalan ini dipicu oleh kemarahan publik yang mendalam atas karut-marut polemik ujian masuk nasional perguruan tinggi di India yang dinilai mengancam masa depan generasi muda negara tersebut.

“Pendiri CJP Abhijeet Deepke akan kembali ke India pada 6 Juni untuk memimpin aksi damai di Jantar Mantar, New Delhi, menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan,” tulis pernyataan resmi partai melalui kanal media sosial mereka, Senin.

Isu yang diangkat dalam aksi ini bukanlah perkara sepele. Krisis pendidikan di India mencuat setelah The Indian Express melaporkan bahwa hasil ujian masuk kedokteran (NEET) yang digelar pada Mei 2026 terpaksa dibatalkan total akibat skandal kebocoran soal yang masif. Pembatalan ini memicu keresahan publik yang luar biasa karena berdampak langsung pada nasib lebih dari 10 juta siswa yang terancam suram masa depannya. Ironisnya, tekanan mental akibat pembatalan ujian ini dilaporkan telah merenggut nyawa, di mana dua orang siswa nekat melakukan aksi bunuh diri.

Melalui akun pribadi di platform X (dahulu Twitter), Abhijeet Deepke menyerukan ajakan terbuka kepada seluruh kaum muda India untuk bergerak bersama. Ia meminta para mahasiswa dan pelajar menggunakan "hak konstitusional" mereka untuk merapatkan barisan dalam aksi damai tersebut, sekaligus mendesak pemerintah agar bertanggung jawab penuh atas kelalaian fatal yang terjadi di bawah wewenang Kementerian Pendidikan.

Berdasarkan profil yang dirilis oleh Hindustan Times, Deepke merupakan pemuda berusia 30 tahun yang memiliki latar belakang akademis kuat. Sebelum namanya mencuat sebagai motor penggerak CJP, ia sempat bermukim di Amerika Serikat untuk menempuh studi pascasarjana di Universitas Boston, Massachusetts. Kini, kepulangannya ke tanah air pada pertengahan pekan ini dipastikan akan menjadi sorotan utama, seiring dengan keberaniannya memimpin gelombang protes anak muda yang menuntut keadilan di jantung ibu kota.

Editor : Indra Zakaria
#india