Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Iran Tuding AS Dalangi Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Timur Tengah

Redaksi Prokal • Senin, 8 Juni 2026 | 12:55 WIB
Iran lancarkan serangan ke Israel pada Minggu (7/6) waktu setempat. (Al-Jazeera)
Iran lancarkan serangan ke Israel pada Minggu (7/6) waktu setempat. (Al-Jazeera)

 

PROKAL.CO- Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia melayangkan tudingan keras kepada Amerika Serikat. Teheran menilai Washington memikul tanggung jawab penuh atas rentetan pelanggaran gencatan senjata yang dituduhkan kepada Israel, yang kini memicu eskalasi konflik baru di kawasan tersebut.

Dukungan tanpa batas dari Amerika Serikat terhadap sekutunya dinilai menjadi bahan bakar utama yang memperburuk stabilitas regional. Terlebih, ketegangan ini mencuat pasca perkembangan terbaru yang melibatkan poros Iran, Israel, dan Lebanon. Menurut pihak Iran, stabilitas di Lebanon merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan dari kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati bersama pada 8 April 2026 lalu.

"Oleh karena itu, Pemerintah Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh rezim Zionis beserta segala konsekuensi yang timbul darinya, termasuk setiap eskalasi ketegangan di kawasan," bunyi pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia.

Pihak Iran menilai Amerika Serikat sama sekali tidak bisa cuci tangan dari dinamika konflik yang terjadi saat ini. Di tengah situasi yang kian genting, Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, sebenarnya sempat menegaskan posisi dasar negaranya yang lebih mengutamakan perdamaian.

"Iran tidak ingin berperang dengan pihak manapun, termasuk dengan AS," ujar Mohammad Boroujerdi guna meluruskan posisi diplomasi Teheran. Namun, di sisi lain, Teheran juga tidak akan tinggal diam jika kedaulatan mereka atau sekutunya diusik. Pihak Kedutaan Besar Iran mengingatkan bahwa setiap gangguan terhadap kesepakatan April akan memicu konsekuensi regional yang sangat serius. Mereka berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan nasional dari segala bentuk ancaman luar.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, sembari menegaskan tekad kuat bangsa Iran untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya secara tegas di mana pun diperlukan, mengingatkan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata tanggal 08 April 2026," lanjut pernyataan tersebut.

Selain mengarahkan telunjuknya ke Washington, Iran juga mengirimkan sinyal peringatan yang sangat keras langsung ke Tel Aviv. Angkatan Bersenjata Iran dipastikan siap bergerak jika garis merah yang mereka tetapkan dilanggar oleh Israel.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan bahwa setiap tindakan provokatif dan petualangan agresif yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," tegas pihak Kedutaan dalam pernyataan penutupnya.

Pernyataan diplomatik yang ofensif ini kian memperpanjang daftar ketegangan di Timur Tengah. Kini, komunitas internasional hanya bisa menanti dengan cemas, berharap riak konflik ini tidak benar-benar pecah menjadi perang terbuka yang jauh lebih masif di kawasan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#iran