Skenario Militer Trump Temui Jalan Buntu: CIA Sebut Agresi AS Gagal Goyahkan Iran

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:07 WIB
Kerusakan akibat serangan Amerika Serikat ke Iran.
Kerusakan akibat serangan Amerika Serikat ke Iran.

LANGLEY — Strategi eskalasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dinilai gagal mencapai sasaran utamanya. Laporan intelijen terbaru dari Central Intelligence Agency (CIA) mengungkapkan bahwa gelombang serangan udara dan kerusakan infrastruktur yang dialami Teheran ternyata tidak mampu menggoyahkan posisi politik maupun memaksa pemerintah Iran tunduk dalam meja perundingan.

Laporan yang pertama kali dibocorkan oleh The Washington Post tersebut menyimpulkan bahwa stabilitas pemerintahan serta ketahanan nasional Iran jauh melampaui kalkulasi Washington. Temuan ini secara langsung menampar klaim pemerintahan Presiden Donald Trump yang selama ini meyakini bahwa tekanan militer intensif merupakan cara paling efektif untuk memaksakan kehendak AS.

Hasil analisis CIA ini pun menempatkan Gedung Putih dalam dilema politik yang berat. Peningkatan serangan militer terbukti tidak menghasilkan konsesi dari Iran, sementara opsi untuk memperluas operasi—seperti pengerahan pasukan darat—membawa risiko politik besar yang tidak direstui publik Amerika Serikat.

"Amerika berharap dalam suasana ketegangan militer mereka dapat membuka jendela negosiasi untuk memperoleh apa yang gagal mereka capai sebelumnya. Namun, dengan kecerdasan pihak Iran, mereka tidak akan diizinkan memanfaatkan dualitas tersebut," tegas Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Bagheri.

Ketegangan di lapangan sendiri kembali membara setelah Iran menuduh AS melanggar nota kesepahaman terkait pembukaan Selat Hormuz. Respons militer AS yang menggempur jembatan, fasilitas air, hingga menara navigasi maritim dijawab Teheran lewat pengerahan Operasi Nasr 2.

Meski kehilangan sejumlah pejabat penting dan kerusakan peralatan tempur, CIA memprediksi Iran masih sanggup bertahan dari blokade laut AS hingga beberapa bulan ke depan sebelum mengalami tekanan ekonomi yang berarti.

Di tengah situasi yang mengambang antara perang terbuka dan diplomasi, negara-negara kawasan seperti Qatar, Pakistan, dan Mesir mulai menyodorkan proposal gencatan senjata selama 10 hari. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaee, membenarkan bahwa pihak Teheran tengah mempelajari usulan penstabilan kawasan tersebut.

Namun, Bagheri menegaskan bahwa jika jalur diplomasi nantinya kembali dibuka, posisi tawar Iran akan berdiri di atas fakta kegagalan operasi militer Washington di Selat Hormuz. (jpc)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
iran amerika serikat