Asap dari Indonesia Serang Malaysia, Menteri Minta Warga Sarawak Kurung Anak di Dalam Rumah

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 11:15 WIB
Kualitas udara di wilayah Kuching, Samarahan, dan Serian tercatat pada kategori tidak sehat hingga pukul 12.00 waktu setempat. Kuching mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) 139, Samarahan 140, dan Serian 162. – Foto Bernama
Kualitas udara di wilayah Kuching, Samarahan, dan Serian tercatat pada kategori tidak sehat hingga pukul 12.00 waktu setempat. Kuching mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) 139, Samarahan 140, dan Serian 162. – Foto Bernama

 PROKAL.CO- Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kawasan Borneo kian mengkhawatirkan hingga melintasi batas negara. Pemerintah Malaysia mengimbau seluruh orang tua di wilayah Sarawak untuk membatasi ketat aktivitas anak-anak di luar rumah menyusul kian buruknya kualitas udara akibat paparan kabut asap pekat.

Ancamannya tak main-main. Indeks Pencemaran Udara (IPU) di wilayah Serian, Sarawak, bahkan sempat melonjak hingga menyentuh angka 171—kategori sangat tidak sehat. Kondisi ekstrem ini membuat rentan kesehatan anak-anak dari risiko dehidrasi hingga gangguan pernapasan akut.

Menteri Pembangunan Perempuan, Keluarga dan Masyarakat Malaysia, Datuk Seri Nancy Shukri, menegaskan agar anak-anak sebisa mungkin menghentikan seluruh kegiatan di ruang terbuka, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di pusat penitipan anak.

“Kami tidak menganjurkan anak-anak bermain di luar dan mereka juga perlu minum lebih banyak air,” tegas Nancy di hadapan awak media. Nancy menjelaskan, meski penggunaan masker sangat dianjurkan saat berada di area terbuka, perlindungan terbaik tetaplah berada di dalam bangunan dengan sirkulasi udara yang terjaga.

“Anak-anak dapat menggunakan masker jika kondisi mengharuskannya. Namun, penggunaan masker tidak selalu diperlukan apabila anak hanya beraktivitas di dalam rumah bersama keluarga,” jelasnya.

Untuk membentengi tempat tinggal dari intrusi kabut asap yang membawa partikel berbahaya, masyarakat diminta untuk lebih disiplin menutup rapat seluruh akses pintu dan jendela rumah selama IPU berada di level mengkhawatirkan. Hingga saat ini, Nancy menyebut pemerintah Malaysia belum mengeluarkan instruksi resmi untuk meliburkan atau menutup pusat penitipan anak dan fasilitas publik lainnya. Kendati demikian, ia mewanti-wanti agar langkah pencegahan mandiri tetap diprioritaskan demi melindungi kesehatan kelompok rentan tersebut.

“Langkah pencegahan tetap perlu dilakukan untuk melindungi kesehatan anak dari paparan kabut asap,” tandasnya. Pernyataan tegas ini disampaikan Nancy usai meresmikan Program Wonderful Life: Program Kesadaran Kekerasan Rumah Tangga Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) 2026 yang berlangsung di Pusat Latihan SALCRA Bajo, Sarawak. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kabut asap