Taliban Klaim Capai Stabilitas dan Ekonomi, PBB Soroti Krisis Pendidikan serta Kurang Gizi di Afghan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 11:33 WIB
Warga Kabul.
Warga Kabul.

KABUL – Memasuki lima tahun masa kekuasaannya, pemerintah Taliban menegaskan telah membawa perubahan signifikan bagi Afghanistan. Wakil Menteri Informasi dan Kebudayaan Taliban, Molvi Hayatullah Mahajar Farahi, mengklaim pihak pentadbiran berhasil menciptakan stabilitas keamanan, menstabilkan nilai tukar mata uang, serta membangun kawasan industri yang menyerap tenaga kerja.

Meski mengakui masih ada tantangan, Farahi mengklaim investasi di sektor perguruan tinggi saat ini justru melampaui capaian rezim-rezim sebelumnya. Ia juga menepis laporan PBB terkait keberadaan jaringan teroris di Afghanistan dan menganggapnya sebagai propaganda musuh. Mengenai keterisolasian di tingkat global, Farahi menegaskan bahwa Imarah Islam Afghanistan telah memenuhi seluruh syarat pengakuan internasional dan kini aktif berinteraksi dengan sekitar 40 negara.

Namun, klaim keberhasilan tersebut berbanding terbalik dengan data yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). UNESCO mencatat krisis pendidikan yang kian memprihatinkan:

Pendidikan Menengah: Sebanyak 2,4 juta anak perempuan kini terisolasi dari pendidikan tingkat menengah akibat larangan yang diterapkan.

Pendidikan Dasar: Sekitar 53 persen anak usia sekolah dasar tidak mengenyam pendidikan akibat minimnya infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan fasilitas pemanas.

Krisis Gizi Buruk: World Food Program (WFP) memperingatkan bahwa tingkat gizi buruk pada anak telah mencapai level kritis di sepertiga wilayah provinsi Afghanistan akibat pemotongan bantuan pangan internasional.

Perwakilan Khusus UN Women, Sarah Ferguson, mengimbau para donor internasional untuk tidak berpaling dari Afghanistan. Pemangkasan dana bantuan membuat lebih dari separuh organisasi pemberdayaan perempuan di negara tersebut terancam gulung tikar.

Di tengah situasi ini, dukungan warga lokal tetap diwarnai catatan kritis. Dost Mohammad Khan (38), seorang warga Kabul, mengakui adanya stabilitas keamanan dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, ia mendesak pemerintah Taliban agar mengizinkan kaum perempuan kembali mengecap pendidikan—dengan tetap menyesuaikan pakaian syariat—demi melahirkan tenaga profesional seperti dokter dan insinyur yang sangat dibutuhkan negara. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
taliban