PROKAL.CO- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan adanya komunikasi positif dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tak lama setelah ia memangkas skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Langkah kontroversial ini diambil Trump sembari melontarkan kritik pedas kepada Seoul yang dinilainya enggan membantu operasi militer AS di Iran.
"Bagaimana Anda tahu dia tidak membalas? Ya, dia sudah merespons," ujar Trump saat dikonfirmasi wartawan di Oval Office terkait komunikasinya dengan Kim Jong Un.
Ketika didesak lebih lanjut mengenai sejauh mana perkembangan dialog tersebut, Trump enggan membeberkan detailnya namun menegaskan hubungannya dengan Pyongyang berjalan sangat baik. "Prosesnya sangat positif. Saya sebenarnya membuat situasi jauh lebih aman. Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan rasa hormat yang besar. Saya menyertainya, dan dia memahami saya," tegas Trump.
Di saat yang sama, Trump melampiaskan kekecewaannya pada Korea Selatan melalui unggahan di platform Truth Social dan wawancara resmi. Ia menyebut latihan militer gabungan dengan Seoul sebagai tindakan yang "tidak tepat dan provokatif", seraya mempertanyakan komitmen perlindungan AS terhadap sekutunya tersebut.
"Tunggu sebentar. Kami menempatkan puluhan ribu prajurit di sana untuk melindungi Anda dari Kim Jong Un, tetangga sebelah Anda, tetapi Anda tidak mau membantu kami dalam operasi militer di Iran. Ini aneh," sentil Trump keras.
Menanggapi ketegangan diplomasi ini, Kantor Kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa penyesuaian latihan militer rutin tidak mengurangi komitmen pertahanan wilayahnya. Presiden Lee Jae Myung menyatakan bahwa latihan tersebut pada dasarnya tidak bertujuan menyerang pihak manapun, melainkan murni demi menjaga kedamaian dan keamanan masyarakat Korea Selatan.(*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co