Banjir Nepal: Para Ahli Ungkap Pemicunya Adalah "Bencana Geofisika Dahsyat" di Himalaya

Indra Zakaria • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:46 WIB
Sisa banjir besar di Nepal.
Sisa banjir besar di Nepal.

KATHMANDU — Bencana banjir bandang yang menerjang Nepal hingga menewaskan sedikitnya 157 orang berawal dari peristiwa geofisika skala besar di Pegunungan Himalaya.

Longsoran batuan dan runtuhnya sebagian gletser di lintasan pegunungan tersebut melepaskan energi sangat besar hingga memicu getaran yang terdeteksi sebagai gempa bumi bermagnitudo 5,2 pada seismograf di seluruh dunia.

"Energi kinetik dari runtuhan batu menciptakan panas yang mencairkan es secara drastis. Campuran es, puing-puing, dan air ini menerjang lembah dengan ketinggian gelombang banjir diperkirakan mencapai 40 hingga 50 meter dan kecepatan mencapai 70 km/jam," ungkap Profesor Göran Ekström dari Lamont-Doherty Earth Observatory, Universitas Columbia.

Detik detik datangnya banjir bandang di Nepal.
Detik detik datangnya banjir bandang di Nepal.

 

Baca Juga: Petaka Lembah Himalaya: Longsor Dasyat Sapu Perbatasan Nepal-Tibet, Ratusan Tewas, Ribuan Hilang

Para ilmuwan menyoroti keterkaitan fenomena ini dengan perubahan iklim global yang mempercepat pencairan gletser dunia.

"Secara umum, tanah longsor di wilayah pegunungan seperti ini menjadi lebih sering terjadi, dan hal tersebut terbukti berkaitan erat dengan mencairnya gletser," jelas Ekström.

Hingga Rabu malam, data dari Badan Pariwisata Nepal mencatat 384 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 291 wisatawan mancanegara—47 di antaranya merupakan warga negara Amerika Serikat. Tim penyelamat terus menyisir area Nuwakot dan sepanjang Sungai Trishuli yang dipenuhi lumpur pekat. (*)

Editor : Indra Zakaria
Nepal