MIAMI — Momen mencekam merenggut nyawa di Bandara Internasional Miami (MIA), Amerika Serikat, pada Minggu (6/9/2026) siang sekitar pukul 13.55 waktu setempat. Pesawat kargo milik Amazon Prime Air nomor penerbangan 7598 meluncur tak terkendali hingga keluar dari ujung landasan pacu (overrun), menghantam sejumlah kendaraan di sekitarnya, lalu meledak dan terbakar hebat.
Insiden berdarah ini dikonfirmasi oleh Kantor Sheriff Miami-Dade (MDSO) dan Tim Pemadam Kebakaran Miami-Dade (MDFR). Setidaknya lima orang dilaporkan tewas di lokasi kejadian dan lima korban lainnya mengalami luka-luka berat.
Di antara korban selamat, tiga orang dalam kondisi kritis langsung dilarikan ke pusat penanganan trauma (trauma center), sementara dua korban lainnya mendapatkan penanganan di rumah sakit setempat.
Momen Horor: Menghantam Mobil dan Kebocoran Bahan Bakar
Pesawat kargo jenis Boeing 767-300 yang dioperasikan oleh maskapai 21 Air tersebut terbang dari Bandara Internasional Luis Muñoz Marín di San Juan, Puerto Riko. Namun, saat mencoba mendarat di landasan diagonal Bandara Miami, armada buatan tahun 1994 ini gagal berhenti hingga menerobos batas area operasional bandara.
Pesawat raksasa itu menyapu sejumlah mobil yang berada di sekitar lokasi. Beberapa korban bahkan sempat terjebak di dalam reruntuhan kendaraan yang ringsek. Kepala Pemadam Kebakaran Miami-Dade, Raied Jadallah, mengungkapkan bahwa tak kurang dari 60 unit pemadam dan sekitar 200 personel diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api dan melangsungkan evakuasi teknis (extrication).
"Petugas kami menghadapi kebakaran hebat di bagian kompartemen mesin dan harus menggunakan busa khusus pemadam penerbangan untuk memadamkan kobaran api. Saat ini kami juga masih terus menangani kebocoran bahan bakar aktif dari badan pesawat," ujar Jadallah.
Selain menyelamatkan warga di dalam kendaraan, tim search and rescue (SAR) juga harus bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan pilot dan kopilot yang sempat terjebak di dalam kokpit yang hancur.
Menanggapi tragedi ini, juru bicara Amazon menyampaikan rasa duka mendalam bagi seluruh keluarga korban terdampak atas insiden maut penerbangan Prime Air tersebut. "Kami sangat terpukul mengetahui bahwa lima orang kehilangan nyawa dalam insiden hari ini di Bandara Internasional Miami. Simpati terdalam kami sampaikan kepada seluruh keluarga dan kerabat korban atas kehilangan yang sangat berat ini," rilis pihak Amazon.
Senada dengan Amazon, produsen pesawat Boeing juga menyatakan belasungkawa dan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses investigasi yang memimpin oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB).
Operasional Bandara Lumpuh Total
Dampak insiden ini membuat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Miami sempat dihentikan total (ground stop). Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, meminta seluruh calon penumpang untuk mengantisipasi penundaan jadwal secara masif.
Walau satu landasan pacu sudah kembali dibuka beberapa jam kemudian, Wali Kota Miami-Dade, Daniella Levine Cava, mengimbau masyarakat untuk tetap memeriksa status penerbangan langsung ke maskapai sebelum berangkat ke bandara. Pihak otoritas lokal kini masih berfokus mendampingi tim medis dan mengamankan area tempat kejadian perkara. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co