Ribuan Warga Serbia Hadiri Pemakaman Penjahat Perang Ratko Mladić di Beograd

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 08:58 WIB
Jenazah Ratko Mladic.
Jenazah Ratko Mladic.

 
BEOGRAD — Ribuan orang memadati ibu kota Serbia, Beograd, untuk menghadiri pemakaman terpidana penjahat perang Ratko Mladić. Pria yang dijuluki Jagal dari Bosnia tersebut meninggal pada usia 84 tahun saat menjalani hukuman penjara seumur hidup di Belanda.

Mladić dinyatakan bersalah atas kejahatan genosida oleh tribunal kejahatan perang PBB atas perannya dalam pembantaian Srebrenica tahun 1995, yang menewaskan sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosniak. Tragedi tersebut dicatat sebagai kekejaman terburuk di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Pemerintah Serbia awalnya berencana memberikan penghormatan melalui pemakaman kenegaraan. Namun, rencana itu dibatalkan setelah mendapat protes keras dari sejumlah pemimpin Eropa. Pada hari Senin, Uni Eropa (UE) secara tegas mengecam tindakan pengagungan terhadap Mladić.

“Ratko Mladić adalah terpidana penjahat perang yang melakukan kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Segala bentuk pengagungan terhadap penjahat perang, pengingkaran genosida, dan revisionisme bertentangan dengan nilai-nilai paling mendasar Eropa dan tidak memiliki tempat di UE atau di negara-negara calon anggota UE,” tegas Uni Eropa dalam pernyataan resminya.

Serbia sendiri telah menjadi calon anggota UE sejak 2012, meski proses negosiasinya belakangan ini mengalami stagnasi.

Sosok Kontroversial: Pahlawan di Mata Nasionalis, Penjahat di Mata Dunia

Selama Perang Bosnia (1992–1995), Mladić memimpin pasukan Serb Bosnia melawan tentara Kroasia dan Muslim Bosniak. Pasukannya melakukan pembersihan etnis di Bosnia-Herzegovina guna mengusir penduduk non-Serbia secara paksa, termasuk mengepung ibu kota Sarajevo yang menewaskan lebih dari 10.000 jiwa.

Mladić ditangkap pada 2011—16 tahun setelah pertama kali didakwa—dan dijatuhi hukuman seumur hidup pada 2021 setelah melalui proses peradilan selama sembilan tahun. Meskipun divonis atas kejahatan genosida, Mladić tetap dianggap sebagai pahlawan dan pelindung bangsa oleh kelompok nasionalis Serbia, khususnya di wilayah Republika Srpska.

Sejumlah menteri pemerintah Serbia turut hadir menyampaikan penghormatan di luar gereja tempat jenazah Mladić disemayamkan, termasuk Menteri Pertahanan Bratislav Gašić dan Menteri Kehakiman Nenad Vujić. Upacara keagamaan dipimpin langsung oleh Kepala Gereja Ortodoks Serbia, Patriark Porfirije.

Penghormatan Terakhir dan Luka Lama yang Terbuka Kembali

Sejak pagi hari, antrean panjang mengular di luar Gereja St. Luka. Banyak di antara pelayat merupakan veteran perang, dengan beberapa pria mengenakan bendera bergambar wajah Mladić. Jenazahnya ditutupi bendera dan dijaga oleh para veteran perang, sementara pihak keluarga menerima ucapan duka cita di dalam gereja.

Sebagai bentuk penghormatan dari pihak berwenang, peti jenazahnya diterbangkan kembali ke Serbia menggunakan pesawat pemerintah dan diangkut oleh enam prajurit. Layanan bus gratis bahkan disediakan dari Bosnia dan berbagai kota di Serbia untuk memobilisasi warga yang ingin melayat.

Di sisi lain, prosesi pemakaman ini membuka kembali luka mendalam bagi para korban. Zdravka Gvozdjar, seorang ibu asal Sarajevo yang kehilangan putranya yang berusia sembilan tahun akibat serangan pasukan Mladić, mengungkapkan kekecewaannya.

“Sangat mengerikan pemakaman ini bisa terjadi di Beograd. Dia seharusnya dihapus dari ingatan selamanya, bukan dipromosikan sebagai pahlawan. Dia hanya layak diingat sebagai seorang jagal,” tuturnya.

Daniella Peled, Editor dari organisasi non-pemerintah Institute for War and Peace Reporting (IWPR), menilai bahwa narasi media dan sistem pendidikan di Serbia belum mencerminkan skala kejahatan Mladić secara objektif. Menurutnya, media pro-pemerintah cenderung mengaturnya sebagai prajurit setia yang hanya menjalankan tugas, sehingga memicu tingginya simpati publik di tengah masyarakat pascakonflik. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Serbia