TEHERAN – Pasukan militer Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone tempur milik Amerika Serikat di kawasan strategis Selat Hormuz pada Selasa dini hari. Laporan tersebut pertama kali dipublikasikan oleh kantor berita Iran, Tasnim.
Drone jenis MQ-9 Reaper tersebut dilaporkan hancur setelah dihantam oleh sistem pertahanan udara baru dan canggih yang baru dikembangkan oleh Iran. Berdasarkan laporan agen berita tersebut, pihak militer Iran mengklaim telah menghancurkan lebih dari 50 unit drone dengan tipe serupa sejak konflik terbuka pecah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat mengenai insiden tersebut. Klaim terkait kerugian militer di wilayah konflik umumnya sulit untuk diverifikasi secara independen.
Eskalasi militer ini terus menjadi sorotan di tengah memanasnya situasi kawasan. Sejak melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu, militer Amerika Serikat dilaporkan telah kehilangan atau mengalami kerusakan pada puluhan armada udaranya. Berdasarkan laporan terbaru dari Layanan Riset Kongres AS (US Congressional Research Service), total sebanyak 81 unit pesawat dan drone milik AS dilaporkan rusak atau hancur sejak awal konflik.
Nilai estimasi kerugian untuk mengganti seluruh peralatan militer yang hilang atau rusak tersebut diperkirakan mencapai antara 1,9 miliar hingga 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp30 triliun hingga Rp52 triliun). (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co