PONTIANAK – Kalimantan Barat resmi menambah daftar wilayah di Indonesia yang mengonfirmasi temuan kasus positif Hantavirus. Kepastian ini menyusul rilis terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menempatkan Kalbar sebagai salah satu provinsi dengan sebaran virus yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat tersebut.
Konfirmasi Berdasarkan Uji Spesimen Kemenkes
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti, membenarkan kabar tersebut pada Minggu (10/5) malam. Menurutnya, status konfirmasi ini dikeluarkan setelah spesimen yang dikirim oleh Dinkes Kalbar selesai diperiksa oleh laboratorium Kemenkes RI.
"Untuk kasus konfirmasi Hantavirus di Kalbar memang telah dirilis resmi oleh Kemenkes. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang kami kirim sebelumnya," jelas Erna saat memberikan keterangan. Meski demikian, pihak Dinkes belum merinci secara detail mengenai lokasi penemuan kasus maupun kondisi klinis pasien yang terpapar. Merespons temuan ini, Dinas Kesehatan Kalbar bergerak cepat dengan memperkuat benteng pertahanan di pintu-pintu masuk wilayah. Dinkes menggandeng Balai Karantina Kesehatan Kelas I Pontianak guna melakukan pengawasan ketat terhadap warga maupun pendatang yang masuk ke Kalimantan Barat.
Langkah ini diambil untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya pembawa virus (carrier) dari luar daerah. "Kami bekerja sama dengan Balai Karantina untuk mencegah masuknya pembawa virus Hanta ke wilayah kita," tambah Erna.
Selain pengawasan di perbatasan, sosialisasi masif mulai digencarkan ke tengah masyarakat. Erna mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mengingat virus ini berkaitan erat dengan keberadaan tikus, kebersihan lingkungan rumah menjadi faktor krusial.
Masyarakat juga diminta untuk mengenali gejala awal Hantavirus, yang seringkali mirip dengan flu berat, agar bisa segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Berdasarkan data Kemenkes RI per pekan ke-16 tahun 2026, total terdapat 23 kasus positif Hantavirus yang tersebar di berbagai titik di Indonesia. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta mencatatkan angka tertinggi dengan masing-masing enam kasus, disusul Jawa Barat dengan lima kasus.
Sementara itu, Kalimantan Barat kini bergabung dengan Sumatera Barat, Banten, Sulawesi Utara, NTT, dan Jawa Timur yang masing-masing melaporkan satu kasus konfirmasi. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebutkan bahwa secara nasional terdapat 251 kasus suspek, di mana beberapa di antaranya masih dalam tahap pemeriksaan intensif. (bar)
Editor : Indra Zakaria