Kepungan Asap Karhutla Lumpuhkan Bandara Supadio, 21 Penerbangan Terganggu

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:38 WIB
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Supadio M Joko Wahyudi (kanan) dan Airport Operation Center Head Bandara Supadio Ratna Pramuniarti memperlihatkan jadwal penerbangan di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (21/8). (ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang)
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Supadio M Joko Wahyudi (kanan) dan Airport Operation Center Head Bandara Supadio Ratna Pramuniarti memperlihatkan jadwal penerbangan di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (21/8). (ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang)

SUNGAI RAYA — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Supadio, Pontianak. Jarak pandang yang merosot tajam hingga di bawah 1.000 meter pada pagi hari memaksa setidaknya 21 jadwal penerbangan mengalami penundaan (delay) sepanjang periode 18 hingga 21 Agustus 2026.

Kondisi terparah terjadi setiap rentang pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Pada jam-jam krusial tersebut, jarak pandang di area landasan pacu (runway) anjlok ke angka rentan, yakni berkisar antara 400 hingga 800 meter saja.

Branch Communication and CSR Department Head Bandara Supadio, M. Joko Wahyudi, mengonfirmasi bahwa imbas asap karhutla ini paling mendominasi pada jadwal keberangkatan pagi.

"Keterlambatan terjadi karena jarak pandang pada pagi hari berada di bawah 1.000 meter. Sejak tanggal 18 Agustus sudah terjadi delay, khususnya penerbangan pagi. Sampai dengan hari ini sudah terdapat 21 penerbangan pagi yang terdampak," terang Joko di Sungai Raya, Jumat (21/8/2026).

Khusus pada Jumat pagi, sedikitnya enam penerbangan tujuan Jakarta, Surabaya, dan Ketapang tertahan di landasan. Sebagian besar armada mengalami penundaan keberangkatan sekitar satu hingga dua jam. Sementara itu, untuk rute kedatangan, tercatat sekitar tiga hingga empat pesawat harus menunda pendaratan demi menunggu jarak pandang aman.

Menyikapi pekatnya asap yang fluktuatif, otoritas Bandara Supadio kini memperketat pemantauan intensif bersama BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya. Pihak pengelola menegaskan tidak akan mengambil risiko terkait keselamatan penerbangan.

Guna mengantisipasi penumpukan di terminal, calon penumpang yang memegang tiket penerbangan pagi diimbau untuk rajin mengecek status keberangkatan secara berkala melalui pihak maskapai sebelum menuju ke bandara. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
pontianak