Ancam Penerbangan hingga Negara Tetangga, Asap Karhutla Ketapang Siap Kepung Pontianak

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Kabut asap Karhutla di Kayong Utara makin pekat, DPRD minta fasilitas kesehatan siaga ISPA, oksigen tersedia, dan warga batasi aktivitas.
Kabut asap Karhutla di Kayong Utara makin pekat, DPRD minta fasilitas kesehatan siaga ISPA, oksigen tersedia, dan warga batasi aktivitas.
  

PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat menerbitkan peringatan dini terkait pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepungan asap pekat yang bersumber dari Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara diprediksi berpotensi kuat terdorong angin menuju Kota Pontianak, bahkan melintas hingga ke negara tetangga.

Arah angin dominan dari tenggara menuju selatan, ditunjang minimnya curah hujan, menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran asap tersebut. Kondisi ini mengancam ruang udara dan operasional di dua bandara vital, yakni Bandara Supadio Kubu Raya dan Bandara Rahadi Oesman Ketapang.

Kasi Data dan Informasi BMKG Kalbar, Soetikno, menegaskan bahwa potensi karhutla masih berada di level mengkhawatirkan hingga sepekan ke depan. "Arah gerak angin dominan dari tenggara hingga selatan, sehingga ketika di wilayah Ketapang dan Kayong Utara ada banyak titik karhutla, asapnya bisa terbawa sampai ke Bandara Supadio hingga ke Kota Pontianak," ujar Soetikno, Jumat (21/8/2026).

Kondisi Kering Bertahan Hingga September

BMKG memetakan bahwa wilayah Kubu Raya bagian selatan, Kayong Utara, dan Ketapang menjadi area paling rawan karena sangat minim peluang hujan. Musim kering diperkirakan bertahan hingga akhir September, sebelum perlahan membaik pada Oktober 2026.

Meskipun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijadwalkan pada 23–26 Agustus, penyemaian garam awan justru diprioritaskan untuk wilayah utara seperti Sanggau, Bengkayang, dan Sambas yang masih memiliki potensi awan hujan. Sementara wilayah selatan seperti Ketapang belum memungkinkan disasar OMC karena ketiadaan pertumbuhan awan.

Menanggapi pekatnya asap di Kayong Utara, DPRD setempat meminta seluruh fasilitas kesehatan bersiap menghadapi lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan memastikan ketersediaan tabung oksigen. Warga pun diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker guna mengantisipasi memburuknya kualitas udara. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
sungai raya